Hello, world!

13 Juli

Hoaaaam.. 
sudah Juli ya rupanya? Hihi. Rasanya baru kemarin publish post terakhir, sekarang sudah hampir 7 bulan berikutnya. *klisee banget. Padahal sebenarnya dalam 7 bulan terakhir, saya sempat menuliskan beberapa draft yang ternyata tidak pernah rampung bahkan sampai sekarang. Tapi demi mengembalikan mood untuk kembali memainkan jemari diatas keyboard, saya memutuskan untuk mengisi halaman baru, bukan melanjutkan draft.. 

So, apa kabar temans? Bagaimana 7 bulan pertama di 2018 ini? Sudah banyak checklist yang selesai ya? Atau malah sebaliknya? Bagaimanapun, semoga kita dalam keadaan senang sehat walafiat ya. 


Perkenankan saya bercerita. Tahun ini banyak sekali perubahan yang saya alami. Mungkin saking menikmati setiap perubahan yang saya rasakan, makanya saya tidak punya kesempatan untuk menuntaskan setiap draft yang tertinggal. Atau mungkin karena saya terlalu terjebak comfort zone? Entahlah 😁 


Tahun 2018 saya mulai dengan menggangur. Benar-benar menggangur dirumah. Saya belum bekerja kembali karena baru selesai wisuda kemudian mengikuti rangkaian tes menjadi Dosen Non PNS. Nah ini lah yang bikin saya nganggur, seperti siswa SMA yang terjebak "gap year". Karena pengumuman hasil seleksi itu yang ternyata cukup lama, saya jadi harus betah dirumah. Mungkin juga bentuk balas dendam setelah sekian lama merantau jauh dari rumah.

Selama menggangur, saya habiskan hanya dengan mengurus keluarga terutama suami. Lalu sampai akhirnya saya memutuskan untuk merintis bisnis yang tahun lalu sudah saya rencanakan. Pelan-pelan saya kembali belajar tentang bisnis tsb, mulai dari hal yang paling dasar sampai ke beberapa item yang ternyata susah-susah gampang.


Beruntung saat itu saya berani bertanya kepada beberapa orang yang sudah menjalani bisnis tsb. Dari mereka-mereka yang tidak pelit ilmu lah saya -juga didukung suami- mantap untuk memulai bisnis. Saya dan suami beranikan diri pinjam modal diorang tua. Beberapa pertimbangan yang mendasari keputusan kami untuk memilih opsi tsb. Lalu akhirnya bisnis penyewaan mainan dan perlengkapan bayi dan anak kami mulai beroperasi.


Hari-hari berikutnya inilah yang menjadi kesibukan saya : mengurusi "Kidy Rent Toys". Semua hal saya dan suami lakukan berdua. Mulai dari pemilihan nama bisnis ini, merancang logo, memilih jenis mainan, membuat surat perjanjian, penentuan harga, promosi, membersihkan mainan, terima orderan, sampai mengantar mainan kami lakoni berdua. Rasanya? Uh nikmat. Kami jadi lebih banyak waktu untuk diskusi dan kerja sama. Waktu lowong kami jadi bukan cuma sekedar lewat, tapi bisa menghasilkan uang sedikit-sedikit. Lebih dari itu, ada kesenangan tersendiri saat meilhat anak-anak yang tersenyum gembira saat kami mengantarkan mainan mereka.




MasyaAllah, Kidy Rent Toys mulai dikenal orang-orang di kota kami, Kendari. Semuanya juga tidak lepas dari bantuan teman dan keluarga yang bantu promo ke rekan-rekannya. Sedikit demi sedikit, jumlah unit kami bertambah. Sekarang Kidy Rent Toys sudah punya ritme kerja yang saya dan suami masih bisa tangani. Doakan ya, semoga kami bisa segera tambah unit mainan dan perlengkapan anak dan bayi lagi..

Bantu promo ya.. πŸ’–
Lalu, aktivitas saya mulai sedikit berubah lagi sejak pengumuman kelulusan saya sebagai dosen non pns di salah satu universitas disini keluar. Saya yang biasanya pagi lowong, sekarang harus mulai masuk kantor. Tapi Alhamdulllah, semuanya masih bisa saya imbangi. Hampir bersamaan dengan moment kembali masuk kantor, saya dan suami pindah rumah.


warna warni πŸ˜†
Meski rumah yang kami tempati sekarang berada persis disamping rumah orang tua saya, tapi tetap saja suasanya sangat berbeda. Kalau kemarin-kemarin saya masih nebeng dapur, selepas pindah kami mengurusi dapur berdua. Pembayaran listrik, beli-beli barang untuk dirumah, belanja bahan dapur jadi urusan kami berdua sekarang. Semuanya kami syukuri. Semuanya menyenangkan. 

Perlahan tapi pasti, Ramadhan datang menghampiri. Saya tetap menjalani aktivitas seperti biasanya. Tapi Ramadhan kali tahun ini rasanya sedikit berbeda, mungkin karena sudah dirumah sendiri, saya jadi mengatur waktu sendiri untuk urusan rumah, masak, dan ibadah. Akhirnya Ramadhan berakhir dengan rasa syukur saya yang teramat dan berharap bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan..



Di Masjid Tengah Laut : Al-Alam, Kendari
Lalu perubahan terjadi lagi pada saya. Setelah melalui puasa Ramadhan sebulan full, akhirnya saya sadar kalau sudah terlambat datang bulan. Didukung rasa penasaran dan deg-degan karena akan melakukan perjalanan pulang kampung ke Bone, saya beranikan diri untuk uji tespek. Hasilnya? MasyaAllah, Alhamdulillah, garis dua. Tapi karena belum yakin, saya uji lagi dengan tespek kedua, dan hasilnya sama. Kemudian segera berkunjung ke dokter kandugan, dan hasilnya positif. Darinya kami dapatkan informasi bahwa kantong janin kami sudah mulai terbentuk dan itu petanda postif hamil. ALHAMDULILLAH.


AlhamdulillahπŸ’—
Penantian dua setengah tahun kami terjawab sudah hari itu, dihari kedua lebaran. Alhamdulillah. Rasanya inilah perubahan paling saya tunggu selama ini. Sekarang-sekarang, saya sedang sangat menjaga dan menikmati kehamilan yang sudah sampai ke minggu ke-10. Rasanya ingin berterimakasih ketiap-tiap orang yang melangitkan doa tentang perkara ini. 


Hari pertama mendengar detak jantungnya :')

"Kepada kalian semua, terima kasih ya, terima kasih ikut berbahagia dengan berita ini, mohon tetap doakan kami agar tetap sehat dan bahagia sampai kakakbayi lahir dengan 
selamat sehat sempurna. Aamiin.."

Jadilah, ini paragraf terakhir di post ini. Semoga kedepannya saya makin rajin update ya.. hihi.. Mohon doanyaaaaaaa :)

You Might Also Like

3 comments

  1. wahhh senangnya, berkunjung ke sini disambut berita bahagia :) :)

    Selamat yaa, say. Sehat selalu ibu dan bayi hingga lahiran nanti, amiiin yaa Allah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Allah.. makasih doanya kak :)

      Hapus
  2. Alhamdulillah...
    welcome back, uhuuiii akhirnya posting juga
    anyway selamat ya say, moga Ibu dan Kakakbayi sehat, selamat sempurna.. Aamiin..


    Kidy Rent Toys, duuh dari sejak awal lihat di IG sudah mupeng tapi belum sempatnya jg mampir kesana lihat2 barangnya..

    Faraz pengen dipinjamkan swing2 itu, yg seluncuran apakah namanya, tapi tempatnya kami ndk cukup, hihihih..

    BalasHapus