Short Trip di Jakarta (1) - Sea World Ancol

17 Desember



Jauh sebelum hari wisuda, saya dan zaujiy punya beberapa list yang akan dilakukan untuk merayakan wisuda saya ini. Berbagai tempat masuk dalam nominasi tujuan Asmara Nusantara kami. Tapi dengan adjust sana sini, khususnya duo point klasik dalam liburan yaitu waktu dan  dana, akhirnya kami berdua hanya bisa keliling sedikit tempat di Bandung dan perjalanan singkat di Jakarta.


Kenapa akhirnya kami memilih Jakarta sebagai destinasi short trip kami?
  • Kami hanya punya free sehari untuk melakukan pejalanan ini. Namanya juga short trip 😁 Rute Bandung-Jakarta-Bandung menggunakan kereta Argo Parahyangan menjadi pilihan kami. Kami sengaja kereta berangkat dini hari dengan kelas ekonomi, lalu  pulang ditengah malam dengan kelas eksekutif. Kenapa? Biar hemat tapi tetap bisa istirahat dengan nyaman saat perjalanan pulang.😅
  • Kami tidak punya kendaraan, jadi Jakarta adalah pilihan yang tepat karena sarana kendaraan umumnya cukup memadai. Yak, apalagi kalau bukan Trans Jakarta.

Short trip ini dimulai dengan membeli tiket kereta api Jakarta Bandung PP via Traveloka. Selain harganya sedikit lebih murah, menurut saya traveloka is more user friendly. Harga tiket Bandung -Jakarta sekitar 80K (kelas ekonomi) dan Jakarta-Bandung 125K untuk kelas eksekutif dengan sedikit potongan harga. Tiket masuk Sea World Ancol juga saya beli disini. Sayangnya tidak ada promo berlaku yang bisa kami gunakan untuk mendapatkan diskon. Meski begitu, harga via traveloka tetap lebih murah 😀

Subuh hari kereta kami mulai berangkat. Saya dan zaujiy melek sambil memperhatikan orang-orang. Ternyata digerbong kami ada segerombolan ibu-ibu dari Makassar. Mereka asyik ngobrol dengan dialeg khas Makassar, suaranya lantang-lantang pula. Jadilah Bandung rasa Makassar selama perjalanan. 
Perjalanan Subuh = Muka Bantal
Satu hal yang paling saya senangi untuk trip pagi adalah saya bisa menikmati naiknya matahari secara perlahan. Dari balik jendela kereta, matahari di ujung-ujung panorama sawah dan bangunan sesekali mulai muncul. Jingga dihadapan mata dan zaujiy yang masih terkantuk tertidur disamping kiri. Sesederhana itu bahagia saya pagi itu.

sumber gambar
 

Kereta terus melaju  membawa kami sampai di Stasiun Gambir. Matahari tidak lagi malu-malu melintasi pagi. Meski begitu, jauh dari hawa sejuk yang kami dapatkan begitu keluar stasiun. Sebagai awal pertualangan, kami berdua memutuskan jalan kaki kepintu utama Monas, mencari sarapan dan menikmati sedikit pemandangan disana.

Setelah puas leyeh leyeh, sarapan, termasuk adegan ambil foto ala turis lokal, kami memutuskan ke halte Trans Jakarta terdekat. Kami naik bajaj dengan ongkos hasil menawar sebesar 15K untuk sampai di Halte Masjid Istiqlal.

Sebelum masuk ke halte, kami membeli kartu E-Money untuk alat pembayaran selama menggunakan Trans Jakarta. Dengan harga 40K kami cuma mendapat saldo 20K, lalu langsung terpakai 7K untuk berdua saat masuk halte. Setelah bertanya dan memastikan, rute kami untuk sampai di Ancol adalah via Halte Istiqlal - Pal Putih - Ancol. 

Bus dalam keadaan penuh sehingga kami harus berdiri. Beberapa halte berikutnya, beberapa penumpang turun dan menyisakan kursi yang segera kami rebut dengan penumpang lainnya. Saya akhirnya bisa duduk, sedang zaujiy masih harus mengalah dengan buibu disamping saya. Meski begitu, kami tetap menikmati perjalanan itu dengan tetap ngobrol, memperhatikan sekeliling, tertawa kecil bersama, sampai akhirnya kami bisa sama-sama duduk dan menuntaskan perjalanan ke Halte terakhir, Halte Ancol.

 *** 
Setelah sampai dan keluar bus, rasanya aaaah panas! Matahari terik sekali siang itu, ditambah angin pantai yang hawanya juga cukup panas, lengkap. Kami langsung mencari toilet untuk bebersih muka sedikit. Dari halte, kami mengikuti jalur ke arah atas yang ternyata langsung terhubung dengan pintu masuk wilayah Ancol. Saya menebus tiket masuk seharga 25K perorang, sedang zaujiy memerhatikan peta besar Ancol yang dipajang. Dari peta tersebut kami akhirnya tahu lokasi Sea World dan bagaimana untuk sampai kesana.

Sumber
Di Ancol terdapat bus wara wiri yang terus berkeliling mengantar penumpang yang tidak menggunakan kendaraan pribadi ke wahana yang akan dikunjungi. Sesuai rute yang disediakan, kami pun menumpangi bus rute selatan berdesakan dengan padatnya penumpang lain yang sama-sama mau piknik di weekend itu.
Begitu sampai di Sea World, kami dihalau untuk menitipkan tas kami di pintu depan. Semua tas harus dititip termasuk tentengan cemilan kami. Ini yang bikin sedih hihi. Pengunjung hanya diizinkan membawa kamera, handphone, dan dompet ke dalam.




Kami pun masuk ke ke gedung dengan kolam raksasa itu, rasanya seperti, flashback ke iklan-iklan jaman old. Jangan tanya iklan apa, pokoknya saya ingatnya begitu 😜 Kami mulai menyusuri tiap aquarium-aquarium yang disediakan. Tampak benar zaujiy menikmatinya. Sesekali zaujiy celoteh hal hal yang dia tahu tentang ikan-ikan itu, apa kebiasaan unik ikan itu, atau apa makanannya, pokoknya saja yang dia tahu. Saya rasanya jadi ikut kuliah umum perikanan selama dengar penjelasannya. Tapi diam-diam saya senang mendengarnya. Saya senang dia mengajak saya tenggelam dalam dunianya *Duhh..💗

Semua sisi Sea World kami kunjungi, hampir tidak ada yang luput. Tapi kami cukup lama di depan aquarium yang ada ikan Langkoe-nya. Zaujiy dengan sabar berpose terus sampai ada foto bersama ikan itu. Kenapa? Karena itu ikon klub selam yang dia ikuti, Langkoe Diving Club. Akhirnya, saya juga jadi penasaran mau foto sama Langkoe. Sambil foto-foto, zaujiy menjelaskan spesialnya Langkoe yang kemudian saat saya menulis ini saya sudah lupa. Zzz. Payah hahaha..



Sebagai penutup kunjungan kami di Sea World, akhirnya kami masuk loromg ke aquarium terbesarnya. Ini sudah incaran sejak awal, tapi sengaja kami akhirkan, karena kami anak #SaveTheBestForTheLast banget. Pas masuk, kami seketika norak kaya anak kecil yang baru lihat ikan yang besar-besar serta macam-macam rupanya. But being 'alay' sometimes is never wrong.. 😆


Sebelum masuk disitu, dari luar kami sempat melihat pentas khusus si ikan-ikan bersama penyelam yang ada diaquarium. Nah pas masuk ke lorongnya, ternyata si penyelamnya nangkring lagi didalam. Zaujiy yang lihat penyelam itu langsung kasih kode, di penyelamnya balas kode. Jadilah ada adegan kode-kodean diantara mereka. Diakhiri dengan foto bareng, satu di dalam aquarium, satunya diluar.😆
Oke Sir?
Puas berkeliling, "kuliah umum", dan foto-foto, kami akhirnya memutuskan untuk keluar. Kami lalu menunggu bus wara wiri untuk kembali ke halte bus Trans Jakarta. Setelah itu menuju ke destinasi kedua kami : Kota Tua. 

Ini sedikit video yang saya bikin sebagai dokumen digital saya bersama zaujiy. Momen ini sangat sederhana bagi orang lain, tapi Alhamdulillah ini mengesankan. Bagi saya, juga pasti bagi sebagian yang lain, perjalanan sederhana pun asal bersama orang yang tepat akan terasa lebih menyenangkan. Semoga segera ada Asmara Nusantara berikutnya 😇


  ***
Btw, cerita tentang Kota Tua saya tulis di post selanjutnya ya. Ini rasanya sudah cukup panjang untuk saya yang suka bingung nulis banyak-banyak. Trus biar banyak gitu postnya, maklum kemarin-kemarin asli nggak ada updatean.. Hehe.. ^^

Sampai ketemu di post selanjutnya.. 💓

You Might Also Like

0 comments