Another Day at China Town Bandung : Wisata Instagramable Murah Meriah

15 September


Beberapa postingan tentang China Town Bandung yang hilir mudik di lini masa media sosial, khususnya instagram, buat saya penasaran. Bermula dari postingan Ridwan Kamil selaku walikota Bandung yang membahas peresmian tempat ini, saya akhirnya memasukkannya sebagai to visit list on Bandung saya. Penasaran bagaimana sebuah titik tengah dikota disulap menjadi media wisata "narsis", akhirnya saya bersama beberapa teman menjadikan rencana menjadi terlaksana.


Letak China Town Bandung ini terbilang ditengah dikota, sehingga tidak sulit untuk menjangkaunya. Apalagi sudah ada fasilitas Grab ataupun Gojek yang siap terima orderan dengan biaya relatif terjangkau. Kalau patungan ramai-ramai, makin murah meriah. Seperti saya dan teman-teman, mengambil titik kumpul di gerbang utama ITB, dengan Grab Car kami menuju China Town di Jalan Kelenteng No.41, Ciroyom, kami masing-masing hanya perlu membayar 4K. Hemat? Tentu πŸ˜‰

Sesampainya disana, ternyata CTB masih tutup. Terpampang jam operasi tenyata dimulai pukul 12 siang - 12 malam. Kami yang sampai lebih awal akhirnya memutuskan untuk makan dulu di Seafood Mas Gondrong, yang letaknya tak jauh dari CTB. Tempatnya murah meriah enak loh. Kapan-kapan saya review ya.. Selesai makan, kami kembali dan CTB sudah buka. YEY! πŸ˜€

Di depan CTB terdapat counter ticket, dengan harga tiket Senin-Kamis 10K dan Jumat-Minggu 20K. Setiap tiket akan mendapat satu potong bolu sebagai welcome snack. Kalau boleh jujur, air mineral lebih berfaedah πŸ˜…
 

Begitu memasuki gerbang, kita bisa langsung merasakan sensasi kecina-cinaan tempat tersebut. Ornamen, bangunan, dan musiknya sungguh cina. Tapi sayang, tidak ada panda 😁 *oke abaikan😏

Fasilitas pertama yang tersedia adalah Bandung China Town Museum. Ruangan kecil yang disulap menjadi museum ini berisi beraneka ragam barang yang "sepertinya" cina banget. Bagi saya sebagian memang demikian, tapi sebagian lain bikin saya bertanya, "benda ini China apanya ya?" πŸ˜… Di sisi lain terdapat infografik Etimologi China. Jangan lewatkan bernarsis ria disini karena sangat instagramable kawans πŸ˜„
Selanjutnya berjejer toko-toko souvenir, fesyen dan kerajinan tangan yang desain interior maupun eksteriornya pun sangat  China. Souvenirnya dari yang umum sampai yang khusus, semua lengkap. Tapi menurut saya beberapa barang terbilang not worth it. Selain itu juga terdapat stand penyewaan baju ala pangeran dan putri kerajaan China. Biaya sewa mulai 75K untuk sepuasnya dipakai bernarsis ria di CTB. Kami sewa? tentu tidak. Mahal untuk kantong mahasiswa :D Selain itu, yang pakai kebanyakan malah buibu gawul yang action sama tongsisnya😭

Disisi lain toko kuliner tersebar merata. Dari cemilan, dessert, makanan berat semuanya ada. Dan yang terpenting, khususnya bagi kaum Muslim, semua makanan disini halal. Logo No Pork tersebar dimana-mana. Dan perlu diketahui, semua pembayaran disini bersifat non tunai. Semua hanya bisa dilakukan dengan debit/kredit card semua bank dan FlazzBCA. Lumayan membantu, jadi tidak perlu tunggu-tunggu kembalian sih.. Ya kan?

Fasilitas kamar mandinya bersih, terdapat juga mushalla yang cukup lega menampung jamaah, serta playground khusus anak. Semuanya nyaman. Dan yang terpenting, hampir semua sudut dibuat menarik agar para pengunjung bisa berpoto yang latarnya China banget.
 Yuk sempatin kesini kawans. Mungkin lebih bagus kalau malam, karena lampion-lampionnya akan menyala.Intinya sih, untuk 10K/20K bisa cukup untuk menyenangkan hati melihat suasana yang berbeda. Dan yang paling bikin adem adalah bisa melihat keberagaman yang bersatu. Semuanya datang untuk mendapatkan hiburan, lalu pulang dengan perasaan senang. Menurut saya, tujuan tempat ini berhasil. Dan misi untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga kota Bandung, yang merupakan cita-cita dari Ridwan Kamil, sedikit demi sedikit bisa tercapai. Makin banyak ruang publik yang menyenangkan. Semoga kotaku Kendari, bisa segera menyusul πŸ˜‡

See you di Kiki jalan-jalan lainnya ya 😘
*This post spesial for @Mixsindo.kh @em.puspita @kiikaayy and @intanyustisia. Thanks girls! πŸ’“



You Might Also Like

10 comments

  1. Waaah, mau banget nih kesana tapi, belum sempat :") btw, salam kenal ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal jg ya :)
      Hayuk sempetin, lumayan main kesini :D

      Hapus
  2. Aah.. tempatnya fotoable banget, nggak kalah sama museum angkut..tapi jauh juga kalau mau ke bandung hehe
    Kunjungan pertama, salam kenal (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa dibilang versi murahnya museum angkut ya :D Salam kenal juga, terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  3. Hi... salam kenal:)
    Terima kasih untuk infonya :) Menambah salah satu daftar tempat kunjungan yang harus dikunjungi saat kami ke Bandung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi salam kenal juga :)
      Sama-sama.. semoga segera berkunjung dan menikmati Bandung ya :)

      Hapus
  4. huhuhu kapan saya bisa ke Bandung dan ke tempat ini yaa?

    Btw kok lama banget baru muncul lagi sih Ki?? kan kangen sama postingan-postingan kamu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ada rejeki main2 ke Bandung kak ^^

      hehe, habis hibernasi fokus tesis kak.. krn sdh hampir selesai, jadi baru bisa tulis-tulis lagi.. :D

      Hapus
  5. Wah instagenic banget ya tempatnya. Kalau ke Bandung mau ah nyobain ke sini. Terakhir ke Bandung, belum ada ini.

    BalasHapus