WAKACAO : Pepper Lunch Versi Murah

03 Maret


Setelah mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah, yang terletak di Jalan Purnawarman No.25, kami para ekminers memutuskan untuk malam bersama sebelum menghabiskan kebersamaan malam itu. Tempat yang di rekomendasikan oleh Rio adalah di Wakacao. Disebutnya nasi bumbu rendangnya juara. Tanpa banyak gerakan tambahan, kesanalah kami.

Mobil terparkir sempurna. Kami turun lalu segera masuk. Sambil itu, saya memperhatikan sejenak. Ternyata, tempat Wakacau ini "nebeng" dihalaman tempat jajanan tradisional, namanya Sari-Sari. Btw, kue-kue tradisionalnya lengkap loh. Saya ngiler liat semuanya. Harganya juga lumayan terjangkau. Dan kalau ngemil disana, disediakan free hot tea. Boleh dicoba nih :D


Balik lagi ke Wakacao. Kalau boleh diumpamakan, menu yang ditawarkan adalah serupa tapi tak sama alias mirip dengan Pepper Lunch. Hanya saja ini dengan versi lebih murah dan minim pilihan. Hanya tersedia tiga varian : rendang, kari, dan original. 


Saya akhirnya memesan varian rendang. Kenapa? Karena penasaran atas pernyataan Rio, teman yang asli padang, bilang bumbu rendangnya persis dengan rendang asli dari padang. Selain itu saya juga memesan ekstra mozarella. Biar lebih endes. Sedang teman-teman lain memesan varian rendang tanpa tambahan mozarella, dan kari dengan mozarella. Sayangnya tidak semua sempat saya abadikan. Maklum, seketika lapar saat hidangan kami tersaji dengan asal yang mengepul kemana-mana.

.:Review Tempat:.
Tempat Wakacao cabang Bandung ini cukup bersih. Tidak hanya mengenai meja kursinya, dapur tempat mengolah masakannya pun demikian. Kita bisa melihat langsung aa dan teteh kokinya meracik, persis seperti warung nasi goreng pinggir jalan, jadi kita tetap bisa mengawasi kebersihkan alat yang mereka gunakan. Selain itu, juga tersedia toilet dan mushalla, meskipun terletak didalam toko Sari-sari. Lumayan lah kalau misalnya tiba-tiba kebelet pipis dan tiba waktu shalat, seperti yang kami alami kemarin.  

Tapi sayangnya, karena memang konsepnya outdoor jadi tidak ada larangan untuk merokok. Bagi saya yang kurang nyaman dengan asap rokok, ini menjadi kekurangan. So, personal rating jatuh ke 7/10.



.:Icip-icip Time:.
Nasi beef ini disajikan menggunakan hotplate. Makanya, saat pertama kali tersaji telur dan beefnya seperti belum matang benar. Begitupun dengan extra mozarellanya, belum lumer semua. Kita akan mencampur semuanya setelah menambahkan beberapa bumbu lain seperti saus garlic, saus madu (setahu saya), lada, dan juga garam sesuai selera. Diproses mengaduk-aduk inilah kita make sure bahwa telur dan beefnya sudah matang sebelum kita santap. Mirip-mirip dengan mencampur nasi ala makan bimbimbap lah ya..

Nasi Beef Rendang Original
Nasi Beef Rendang with Extra Mozarella
Paduan dari campuran semua bahannya bisa dikatakan berhasil. Terlebih dengan hadirnya jagung, menambah cita rasa tersendiri menurut saya. Bumbu rendangnya juga enak. Tapi apakah persis dengan bumbu rendang asli dari padang, saya sih tidak bisa memastikan. Orang belum pernah coba rendang asli padang. hihi.. Yang pasti, enak. Enak hampir banget lah. Selain itu, tambahan mozarella yang bikin tiap butir nasinya saling melengket. Aduh kakak, dijamin pengen tambah. Serius. Apalagi, karena memang menurut saya porsi nasinya memang agak minim. Nambah dikiiit lagi kenyang sempurna deh.

Saya sempat mencicipi yang varian kari, pesanan teman saya. Ternyata lebih enak loh. Saya lebih suka. Kenapa? Karena tidak sepedas yang pakai bumbu rendang. Selain itu,rasanya lebih menyatu dengan rasa keju. Tidak ada tabrak rasa. Yah meskipun yang rendang memang enak, yang kari plus mozarella lebih juara. Next time, saya akan pesan yang ini. Waaaah bisa kacau kalau kelewat pesan yang ini :D

Jadi apakah recommended? Absolutety, YESS.  
Personal Rating : 8.5/10

See you dicerita Kiki Kuliner lainnya ya.. 

Wah kacaau enaknyaa..
 

You Might Also Like

12 comments

  1. Rendang... beuh.. buat saya yg g seberapa suka daging rendang itu jadi menu yang susah ditolak... jd mupeng hehe

    BalasHapus
  2. kemudian jadi pengen hahaha
    duh malem2 baca ini sih habisnya
    kalo paperlunch aku nggak gitu suka btw kii

    BalasHapus
    Balasan
    1. brrti jangan posting review makanan pas malam ya sist :D

      oh iya kah? knp g suka sist? aku belom pernah cba malah hihi

      Hapus
  3. Wah ngiler nih, jadi pengen..
    Harganya terjangkau nih, terus penyajiannya juga keren, cocok jadinya buat di foto dulu mah itu.hehe

    Btw, salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setuju, td kudu hati2 sih, panas soalnya *ya iyalah hot plate* hihi..

      Salam kenala balik ^^ thanks for coming here..

      Hapus
  4. Jadi ngiler pengin nyoba nasi beef rendangnya hauaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk dicoba mbk , tp nggak tanggung jawab kalo pengen tambah ya :D

      Hapus
  5. Kirain cuman aku yan ggak suka Pepper Lunch ahahaha... rasanya kurang nendang ^^

    Mungkin ini bisa dibilang PepperLunch cita rasa indonesia kali ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan mahal ya :D

      iya bener mba, selera kearifan lokal :D

      Hapus
  6. Errggghhh,,,, gak suka telur setengah matang gitu :(

    www.rahmaediary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, aku juga kemarin dibikin mateng dulu :D

      btw, thanks for coming^^ saya jalan-jalan ke blognya ya..

      Hapus