Menghabiskan Sore di Skywalk Cihampeulas, Bandung

04 Februari

Credit
Saat weekday kemarin, saya sudah menuliskan beberapa plan untuk saya lakukan di weekend kali ini. Sayangnya beberapa harus tertinggal hanya sebagai list saja. Awalnya sudah hampir berjalan dengan baik, sampai akhirnya saya mengalami mood swing yang drastis, huhuhu..

Jadi karena itulah, saya merasa butuh buat sekedar jalan-jalan keluar kosan. Bingung punya bingung, akhirnya kepikiran ke Teras Cihampeulas yang beberapa hari lalu sudah diresmikan. Daripada jalan sendirian, saya ajak saja Wind untuk bareng-bareng kesana. Wind setuju. Selepas ashar kesana lah kami.

Dari jauh, Teras Cihampeulas yang disebut Kang Emil sebagai skywalk pertama berkonsep jalanan diatas jalanan, disamping kanan kirinya pohon-pohon besar tetap berdiri, dan tersedia jajanan-jajanan tradisional- itu tampak padat. Mungkin karena baru beberapa hari diresmikan untuk umum, jadi euforia penasaran orang-orang masih besar. Wajar sih ya, selain menjadi skywalk dengan konsep yang berbeda, pengerjaan project ini terbilang cepat. Kayak disulap, tahu-tahu tiang-tiang yang baru dipasang sudah siap digunakan. Selain itu, juga mungkin karena hari ini adalah hari sabtu, sore hari pula. Saat yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang tersayang.

Sebelum naik ke skywalk, saya dan Wind menyempatkan dulu beli Mocca Float dan Mango Float di KFC Ciwalk. Kenapa beli itu? Murah! 😜 *anak kostan life style banget*

Kita naik tangga yang terdekat dari Ciwalk. Disitu tangganya cuma terdapat di sisi kanan. Jadi dari Ciwalk kita harus nyebrang dulu. Pas sampai diatas, wew, padats kawans! Btw, Selain dari tangga sebelah sini, juga terdapat 5 tangga lain yang tersedia disepanjang 450 meter skywalk ini. Silahkan pilih dari mana suka 😀

Kesan pertama di skywalk itu adem dan padat. Buat lets try! Kita mulai menyusuri dari ujung ke ujung. Terdapat banyaaaaak banget kios jajanan disana, menurut informasi sampai 198 kios. Mulai dari bakso, batagor, somay, mie, nasi goreng, eskrim, peyeum, kopi dan minuman lain sampai tas rajut, pernak pernik dari kulit sampai baju kaos oleh-oleh khas Bandung juga ada. Lengkap lah pokoknya. Kiosnya pun bersih dan eyecthing. Warna warni banget. Bangku yang disediakan juga lumayan banyak. Dan penuh sama orang-orang yang makan sambil ngobrol-ngobrol santai. Jadi kalau lagi rame seperti saat saya datang ini, tetap terbilang tidak cukup.



Yang bikin skywalk ini makin segar dipandang adalah sepanjang pagar pembatas itu ditaroh pot-pot yang berisi bunga dan rumput. Semoga bisa bertahan lama. Tapi saya rasa pasti nanti bakal mati satu persatu kalau tidak ada penanganan khusus. Soalnya diterpa matahari langsung terus 😅

Fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Tempat sampah disediakan disepanjang skywalk ini. Lengkap dengan poster penghimbau yang didesign ucul-ucul jadi pasti dibaca. Good job banget sih ini.


Sepanjang jalan juga terdapat papan petunjuk lokasi kita sedang berada dimana. Ini penting banget, apalagi buat janjian dengan orang lain. Yakan?



Skywalk ini ternyata ramah untuk teman-teman penyandang disabilitas dan baby stoller user loh. Meskipun dirancang berundak mengikuti kontur jalan dibawahnya, tetap disediakan jalur khusus bagi mereka. Jadi tiap kali ada perbedaan tinggi jalan, akan ada dua macam tangga. Yang manual dan yang khusus itu. Tangga khususnya cukup aman karena ada tempat berpegang sekaligus menjadi pagar pengamannya. Buat yang main sepatu roda juga cocok ini 😀 Dinding pembatas tangganya dicat warna-warni, jadi cocok buat foto ootd 😎


Fail! :D
Setelah duduk-duduk sebentar untuk istirahat saling foto dan ngobrol, saya dan Wind melanjutkan jalan-jalan lagi. Ternyata di pertengahan, tepatnya di depan hotel Fave Hotel tersedia lift. Nah ini dia yang bikin saya bingung diawal pas melihat orang pakai baby stroller, rempong bener kalau mau diangkat-angkat lewat tangga manual, ternyata itu jawabannya. Jempol lagi deh 😉


Fasilitas lain yang bikin saya acung jempol adalah toiletnya. Cukup bersih dan tidak ada kesan kumuh sama sekali. Malah tergolong mewah sih menurut saya karena full keramik.  Saya juga lihat ada petugas yang standby untuk membersihkan. Lagi-lagi good job deh buat project ini. Menurut informasi, disini juga disediakan mushalla. Tapi saya nggak ngeh dimana posisinya, jadi belum lihat langsung mushallanya seperti apa. Tapi menurut saya, pasti bagus sih 😊

Sepanjang jalan juga ada beberapa poster quote ala-ala gitu. Saya sempat foto beberapa. Yang paling besar dipasang di salah satu bangunan dipinggir skywalk ini loh. Keren sih menurut saya, jadi makin suka dan akan bangga pernah tinggal di Bandung 😍


Sampai diujung, dekat Hotel Aston,  ada kanopi besar warna-warni. Ada yang warna biru, kuning dan hijau. Pertanyaanya, kenapa nggak ada yang warna orange sih? 😞😋 Kanopi ini jadi semacam iconik gitu lah. Disekitarnya disediakan miniatur taman yang meskipun dengan bunga-bunga yang belum terlalu beragam tapi tetap cantik dipandang, dan kursi-kursi buat duduk-duduk cantik. Saya sih nggak duduk cantik, tapi selfie-selfie cantik 😋
 
 

Keasyikan jalan, ternyata benar-benar sudah sampai diujung. Niatnya mau balik ketengah untuk ngemil, tapi batal karena kami sudah capeek 😛 dan juga kayaknya hujan akan turun. Saya dan Wind jadi cuma menghabiskan minuman kami sambil nonton live music. Saya sempat bingung, yang tampil ini artis beneran kah? Bagus soalnya. Tapi terserah sih ya, saya mah asyik-asyik aja kok! 😆 Oh iya, next time saat sudah tidak seramai ini, saya akan kesini sambil duduk-duduk main laptop ditemani segelas kopikah, tehkah, atau malah moccafloat lagi, hihihi..

Puas duduk-foto-ngobrol-repeat, saya dan Wind pulang. Kembali ke kosan buat siap-siap nonton ludruk "The Last Mongolian" di ITB. Tapi apa daya ternyata tiket on the spot-nya habis. Hiks, jadi nggak bisa nonton Sujiwo Tedjo live deh. Tapi atleast, bad mood hari ini sudah hilang. Saya siap hadapi minggu besok untuk menuntaskan list weekend kali ini!
 

Oh iya, pas perjalanan pulang tadi, terasa sekali perubahan suasana trotoar disepanjang jalan Cihampeulas ini loh. Kalau dulu, sebelum ada skywalk ini, kita pasti berebut jalan sama pejalan kaki lain plus PKL yang ramainya bukan main. Belum lagi dengan kendaraan yang akan parkir didepan toko oleh-oleh. Tidak nyaman lah pokoknya. Sekarang tidak lagi tshaaay 😎 Dan yang paling terasa ya sudah tidak terlalu macet. Mobil dan motor bahkan bus bisa melaju dengan lancar jaya. Artinya upaya pemerintah Bandung untuk mengurai kemacetan di sepanjang jalan ini, yang merupakan salah satu destinasi utama di kota Bandung, bisa dikatakan berhasil 😊


 Good Job Kang Emil! Ikut ke Kendari yuk! 😅

You Might Also Like

20 comments

  1. terakhir ke Bandung tahun 2008 mbak, luoa deh sama skywalk hahaha
    mudah2an bisa kesana dan narsis2 foto

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe mari ke Bandung mbak, banyak tempat narsis baru yang unyu2 pisan :D

      Hapus
  2. belum nyobain kesini :D terakhir lewatin masih direnovasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mba dicobaa.. mayan loh bisa ngemil2 diatas jalan raya =))

      Hapus
  3. Apik2 banget kata-katanya ya. Santai tapi jleb, suks suka suka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, setujuu >.< makasih kunjungan baliknya Mbak ^^

      Hapus
  4. HUwaaaa, lama gak berkunjung ke sini, ternyata udah TLD ajaa nih, tampilan blognya juga makin cantik secantik orangnya, hehehe :)

    selamat yaa say, maaf baru sempat berkunjung, akhir-akhir ini saya lagi malas BW, hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehee.. ikuti jejak2nya kakak2 semua ini makanya jadi TLD juga.. hihi..

      *tersipu dibilang cantik* :))

      iye kakak.. :**

      Hapus
  5. Ramenya.. makin kekinian tawwa ini Skywalk..
    Jadi ingat kendari, tempat baru belum jadi saja sudah ramai, apalagi sudah jadi..Hihi..

    Ohiya.. selamat sudah TLD ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kendari memang bedaaa ka :DD

      hehe, iye kak,, ngikut qt hihi

      Hapus
  6. Waktu kuliah di bandung sih seringgg bgt ke ciwalk. Sekarang mah susah eung, kalo weekend ke sana jg penuh bgt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener teteh, apalagi pas masih renovasi kemarin, duh macet terus. Sekarang sudah mendingan teh :D

      Hapus
  7. Pernah saya berpikir untuk meneruskan kuliah di Bandung karena warganya yang ramah dan tempat wisata yang bagus. Tapi udah keburu nikah, hehehe... Akhirnya Bandung hanya sebatas impian saja. Eh, cuman sekali saja bisa ke Bandung pas PPL,
    setelah baca cerita ini semakin mupeng pengen ke Bandung, nice posting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saya pun menilai sama, ramah-ramah sekali orangnya disini. Tempa wisata selain banyak pilihan, juga terjangkau.. :D hayuk liburan kesni Mbak :)

      Hapus
  8. Senang ya di kota bandung Japan Japan tempatnya bagus bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe Iya Mas.. walikotanya sangat memerhatikan keindahan kota.. katanya sih sebagai upaya menaikkan indeks kebahagiaan warganya :D

      Hapus
  9. Mupeng, tapi belum sempet ajaa.. kereen ya teh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk disempetenin teh, mayan seger, jajanannya juga murah-murah :)

      Hapus