Yearly Must Have Item

21 Januari

Planner Book
Saya bukan tipe manusia yang saat berkegiatan bisa terorganized dengan baik. Bukan juga pengingat yang handal. Terlebih harus mengingat saya beli benda a ditanggal sekian dengan harga sekian. Duh susah. Untuk itu saya selalu merasa butuh memiliki planner book, yang sering kali saya beli tahunan.  Tapi kenapa harus dibuku?

Bisa saja sih, sangat bisa malah kalau menuliskan hal-hal yang kita anggap penting di kalender handphone, atau di notes handphone. Tapi percayalah kawans, sensasinya berbeda. Menulis dengan tangan memiliki effort yang berbeda. Menulisnya harus niat, biar lebih kena dihati. Yah, setidaknya, itu bagi saya 😊
Sekali lagi, ini masalah selera. Meskipun segala kemudahan ditawarkan gawai digital, sebutlah paper less, bisa dilakukan kapan saja tanpa tambahan alat selain gawai itu sendiri, ada fasilitas untuk dapat dibackup diemail atau sejenisnya, dan lain sebagainya,  menulis langsung tetap saja meninggalkan kesan yang berbeda. Bahkan terkadang, saat saya mencoba mengingat sesuatu yang pernah saya tulis, akan terbayang dibagian kertas sebelah mana saya menuliskannya, dengan tinta berwarna apa, dan itu cukup membantu saya mengembalikan memori-memori yang berserakan tersebut. (apasih berserakanπŸ˜…) Iya tidak sih, kawans?

Oke, Lalu Apa yang Didapatkan?
Sejauh ini, selain merasakan kesan yang berbeda seperti saya sebutkan diatas, manfaat yang saya rasakan dalam menulis di planner book, yang terkadang juga menjadi buku harian, antara lain :

1. Punya target. Saya selalu memilih planner book yang menyediakan tempat untuk menuliskan what to do dalam seminggu. Disitulah saya menuliskan target-target tersebut. Bahkan, hingga saya mau masak sesuatu dihari tertentu, saya juga tulis. Tujuannya : biar ingat harus beli bahan apa saja, at least cari tahu resepnya. Saya juga menuliskan what to buy, what to pay, what to read, dan what to-what to lainnya. Yang terlaksa dicentang, yang tidak terlaksana, ya ditarget ulang kalau memungkinkan :p Saya flexibel kok, apalagi ke diri sendiri. πŸ˜“πŸ˜‹

2. Bisa flashback ke moment-moment tertentu (dan ini mengasyikkan!). Saat saya merasa senang karena sesuatu, saya tulis. Saya kesal pun begitu. Ada teman dekat atau saudara nikahan, saya tulis. Dan akan ada moment saya membaca itu semua. Itulah kenapa ini saya sebut mengasyikkan. Nostalgia kan memang gitu ya? πŸ˜€

3. Pengingat pengeluaran. Untuk beberapa barang, apalagi yang terbilang pricey, saya biasanya menulis kapan saya beli dan berapa harganya. Terkadang lengkap dimana saya membelinya. Misal, hp. Jadi, saat akan membeli lagi, atau mau ingat-ingat kembali, saya punya rekapannya.

4. Punya backup catatan penting. Apa saja yang penting dan tidak begitu masalah jika harus dituliskan akan saya tulis. Misal, ukuran baju sendiri, ukuran baju zaujiy. Atau nomor berlangganan indovision, atau IMEI hp. Yang begitu-begitu saya selalu saya sempatkan untuk tulis.

Saya yakin masih banyak manfaat lain, tapi diatas adalah yang paling saya rasakan. Tentang manfaatnya katanya akan membuat orang lebih produktif, saya setuju. Atau membuat orang lebih kreatif, saya pun. Yang jelas, menulis plan/buku harian ini memang lebih bermanfaat, dari pada tidak, kokπŸ˜€

Planner Tahun Ini Modelnya Bagaimana?
Sejujurnya tidak sesuai ekspektasi. Sejak November lalu, saya sudah naksir sama planner book yang dijual temannya teman kuliah saya di website peekmybook.com. Desainya halaman perhalamannya saya suuuka sekali. Apalagi ini dibikin sendiri oleh empunya. Jadi tidak heran, hand writing banget fort-fontnya. Belum lagi ada mood currentnya. Ditambah ada pilihan orange untuk warna sampulnya. Jadilah saya makin jatuh cinta. Saya bahkan sudah janjian dengan teman saya untuk membelinya bersama-sama, biar bisa kompakan dan menghemat ongkirπŸ˜›
Desember berlalu. Januari sudah lewat setengah. Saya yang belum memesan jadi ogah-ogahan. Sebenarnya alasannya adalah saya terlalu malas untuk sekedar membuka percakapan utntuk memesan dan menunggu barangnya datang. Akhirnya saya ikhlaskan saja untuk tidak memilikinya. Opsinya ya beli langsung. Toga Mas saja lagilah, sama seperti dua tahun belakangan ini. Tampilan planner book saya untuk tahun 2017 ini adalah.... *jreng jreeeeeeng*
 

Planner seharga Rp.42.000 ini cukup sederhana. Meski begitu, saya juga sempat kesulitan untuk akhirnya memutuskan untuk membelinya. Masih terbayang-bayang punya peekmybook, hihi.. Saya akhirnya memilih ini karena beberapa hal. Yaitu disediakan halaman kalendar (meski harus tulis tanggal manual),  ada halaman pembuka untuk tiap bulan, halaman jadwal harian, beberapa lembar khusus notes, halaman keuangan, halaman life list, plus halaman I wanna go there. Halamannya pun warna-warni, saya syuka >.< Selain itu, cukup ringan dan ber-ring. Jadi saya tidak akan kesusahan untuk menulis sampai ketepi. Juga ada karet yang dapat digunakan sebagai pembatas atau penjaga untuk buku tetap tertutup. Sip. 8/10 lah ya ;)

Halaman Pembuka
Halaman Jadwal Harian

Notes dan Quote bisa ditulis disini :)
Target Capain Tahunan
Bisa buat catat zakat yang harus dikeluarkan dll nih..
Rencana liburan hahaha
Semoga tidak cepat kendor ya Ret..
Lumayan unyu kan ya? 

So, bagaimana dengan kalian kawans? Planner book macam ini must have item tidak? Kalau saya (yang pelupa ini) sih YES! πŸ˜†





    

You Might Also Like

4 comments

  1. aku juga yes kikii, agenda tahun ini aja sampek 3 bhahahhakkk
    1 buat plannerdan on the go notes yg 2 bua jurnal
    aku suka manfaatin yg gratisan tapi kalo penasaran bisa beli mahalan juga *LOL
    cewek nerd belinya notes mahal :v planner sama sepatu mahalan planner gimana cobakkkk >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gils, keren banget kamu Nin.. 1aja kadang kelupaan apalagi 3 ya.. Hihi semangat klo gtu yaa.. ;)

      Hahaha, klo udah doyan banget mah ya, mahalpun dijabanin ya.. Aku sih pengenny gtu tp gimana dong, anak kostan jauh dr suami harus rajin rajin berhemat.. Hihihi

      Hapus
  2. seharusnya memang segala sesuatu dicatat supaya tdk lupa, dan memang bagus ada planner book seperti itu yg warnanya pun cerah ceria dan memudahkan kita dlm membuat perencanaan2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setuju Mbak. Manuasi kan doyannya lupa ya, ehehhe.. Berarti Mbak Santi juga rutin nulis diplanner book jg ya? ☺️

      Hapus