REVIEW Hangout dan Cek Toko Sebelah

04 Januari

Kedua film lokal ini sama-sama release di penghujung tahun 2016, tapi keduanya saya tonton di 2017. Selain karena update-an film di Kota Kendari ini memang lebih lambat beberapa hari jika di bandingkan dengan kota besar, juga karena saya memilih menonton di hari kerja. Ini saya lakukan sebagai upaya menghemat Rp.10.000 pertiket. Kan lumayan ya :D

Film pertama yang saya nonton tentu saja Hangout. Rasa penasaran saya sama film ini terbilang tinggi, hampir sama penasarannya saya dengan Koala Kumal-nya Raditya Dika yang lalu. Selain karena mengikuti prose syutingnya via RVlog, saya juga penasaran karena genre nya yang berbeda dari beberapa film Raditya Dika yang lalu.

Berbekal high expectation saat memasuki studio 1 Hollywood Sineplex Kendari, saya akhirnya harus keluar dengan rasa kecewa. Hangout tidak begitu menarik menurut saya. Genre yang diusung memang berbeda, tapi peramuannya dalam film ini terasa kurang pas. Sebagain komedinya memang pecah tapi terbaca, sebagian lain tidak sampai dalam selera humor saya. Banyak adegan yang menurut kacamata saya yang awam, terlihat kaku. Terlebih dengan alur cerita yang sangat dipaksakan. Motif kenapa si pembunuh akhirnya melakukan pembunuhan-pembunuhan itu rasanya terlalu mengada-ada. Apa susahnya meminta izin keluar dari ruangan lalu bersegera menuju ke rumah sakit. Saya akhirnya melabel Hangout di point 6/10. Hupf

Beberapa hari kemudian, saya kembali ke bioskop untuk menonton Cek Toko Sebelah. Sejujurnya, saya tidak begitu tertarik dengan film ini. Saat menonton trailernya di Youtube, saya malah memberi jempol kebawah. Saya merasa semua bagian lucu dari film CTS sudah diumbar disana. Ternyata saya salah.

Saya justru keluar dari studio 2 dengan rasa puas. CTS lebih hidup dari yang saya perkirakan. Hampir semua komedinya alami dan pecah. Pesan moralnya luas. Karakter dari pemainnya kuat. Dan perpaduan komedi dan drama keluarganya pas. Saya sempat meneteskan air mata di beberapa scene, yah meskipun saya memang orang yang cepat terharu dengan adegan film. Tapi setidaknya, itu cukup membuktikan kepada diri saya sendiri kalau adegannya cukup real. Konflik yang diangkat juga cukup kental dengan kehidupan kita sehari-hari. Terlihat jujur dan tidak mengada-ada. Personal rating akhirnya jatuh di 9/10. 

Pesan moralnya, jangan terlalu banyak berekspektasi. Film saja yang jelas trailernya masih bisa salah tebak, apatah lagi segumpal daging yang tak tampak itu. Hihi..

Selamat menonton bagi yang tertarik untuk menonton kedua film diatas. Bagi yang sudah nonton, yuk share review-nya 😁

You Might Also Like

2 comments

  1. Aku mau nonton banget CTS ini tapi susah nih anak2 ngga bs ditinggal. TFS yaa^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mamak-mamak banget ya :D tapi pasti seneng ya udah jd mamak2 hiihii.. saama2 ^^ semoga udah nonton CTSnya ^^

      Hapus