Investasi Kecil-Kecilan

17 Januari

Source

Setelah tidak lagi berbisnis (kecil-kecilan), ditambah dengan habisnya masa sebagai penerima beasiswa, plus sedang tidak tergabung dalam proyek apa-apa, saya (yang belum bekerja ini) hanya mendapatkan uang dari zaujiy dan kadang-kadang dari orang tua. Dalam keadaan yang seperti ini, dengan sendirinya, otak saya memprogram bahwa semua pengeluaran harus (jauh) lebih bijak. Kalau dulu, satu dua gamis gampang berpindah dari toko ke lemari saya, beli jilbab sekaligus beberapa warna, sekarang pikir-pikirnya malah kadang sampai lupa mau beli. Prioritas semakin dipertajam. Pertimbangan jadi semakin banyak.

Sembari menunggu saat yang tepat untuk bisa kembali berbisnis lagi, saya akhirnya memutuskan untuk berinvestasi. Dimulai dengan yang mudah saja dulu. Yakni, berinvestasi emas. Saya bersyukur pernah nyasar diblog-nya entah siapa yang menuliskan secara lengkap bagaimana sistem tabungan emas yang diselenggarakan oleh Pegadaian, yang akhirnya masuk dalam to do list saya.

Saya kemudian mendiskusikannya kepada zaujiy, atau lebih tepatnya meminta izin, untuk membuka tabungan emas tersebut. Saya jelaskan bahwa ada dua pilihan yang bisa diambil dalam berinvetasi emas ini, yang pertama dengan membuka tabungan emas dan yang kedua adalah mencicil emas. Dengan berbagai macam timbang-timbang sesuai dengan kondisi kami, akhirnya pilihan kami adalah membuka tabungan emas di Pegadaian Syariah.

Langkah awal yang saya lakukan adalah datang ke Pegadaian Syariah untuk memastikan segala sistemnya. Mencocokkan persepsi hasil membaca saya langsung ke karyawannya dan meminta penjelasan yang entah kenapa memang lebih enak didengar langsung daripada membaca a-z😅. Esok harinya, saya kembali datang dengan membawa KTP dan uang sebesar Rp.100.000 untuk membuka tabungan emas tersebut. Sebenarnya bisa saja langsung saya lakukan hari itu juga, tapi stok buku tabungan dikantor pegadaian cabang ini sedang habis, jadi mereka meminta dulu ke kantor pusat. Setelah itu, saya diminta untuk mengisi form lalu menunggu beberapa menit saja. Buku rekening tabungan emas saya akhirnya siap digunakan.

Lumayan 0.1 gram 😆
Uang sebesar Rp.100.000 tersebut digunakan sebagai administrasi awal dan materai, biaya penitipan emas dalam setahun sebesar Rp.30.000, dan tabungan emas awal saya sebesar 0.1 gram. Selanjutnya, saya bisa menabung berapa saja, yang nilainya akan terus dikonversi dalam satuan gram emas. Menabungnya pun dalam dilakukan langsung di  Pegadaian Syariah atau melalui ATM. Khusus untuk bank yang bekerja sama adalah BNI dan BRI. Sepertinya itu menjadi pilihan yang akan lebih sering saya gunakan 😀

Tentang bagaimana sebaiknya menabung emas ini, disarankan untuk selalu mengupdate data harga emas sebelum menabung. Harga emas perhari dari Pegadaian akan keluar setiap jam 10 pagi. Nah, kalau kebetulan harga emas turun, saat yang tepat tuh untuk menabung. Beda berapa ratus rupiah saja sih memang, tapi ya gitu deh, lumayan kan 😉 Memantau harga emas dengan mudah bisa dilakukan via aplikasi resmi Pegadaian, yang tersedia di PlayStore. Semoga segera ada versi AppWorld-nya. Juga bisa dipantau pada harga-emas.org. Yang yang kedua saya baru tahu loh 😅

Sekarang, tahap awalnya sudah saya lakukan. Berikutnya adalah komitmen dan usaha untuk tetap bisa menabung. Semoga ada rejekinya. Aamiin. Oh iya, karena kebetulan saya membuka tabungan ini di awal Januari, saya jadi memasukkannya dalam salah satu resolusi 2017. Bahwa, tiap bulan harus ada penambahan saldo direkening ini. Juga pada akhir tahun nanti, InsyaAllah, sekian gram emas harus terkumpul. Setidaknya sejumlah minimal tabungan dapat ditarik dalam bentuk emas keping.

Semangat!
Pasti ada rezeki! :)

You Might Also Like

0 comments