Iga Penyet Lembut di Kendari

14 Januari


Ajakan untuk mencoba Iga Penyet ini sekian kali gagal karena tidak tepatnya waktu dan beberapa alasan lain, salah satunya justru karena rumah makan tempat menjual sajian ini malah tutup. Sampai akhirnya, satu siang yang cukup terik, zaujiy mengemudikan mobil menuju kesana. Mobil telah berhenti sempurna, tapi saya belum terlalu yakin bahwa kami telah tiba ditempat yang zaujiy maksud. Tempatnya terbilang sederhana, tapi mari kita coba saja.
 


Zaujiy memesan dua paket iga penyet seharga Rp.40.000. Saya rasa itu cukup mahal, untuk ukuran rumah makan pinggir jalan seperti ini. Untungnya, harga sudah termasuk dengan sepiring nasi dan segelas es teh manis.

Tidak perlu waktu lama, pesanan kami datang. Zaujiy sempat mengomentari, bahwa tampilannya sedikit berubah. Biasanya, sambelnya diletakkan persis diatas potongan-potongan iganya, namun kali ini ditepikan sedikit bergabung dengan lalapan timun dan kol. Meskipun begitu, masih terlihat biasa saja, bagi saya :D



Time to icip-icip. Ternyata semua yang terlihat biasa saja itu termaafkan dengan kerjasama antara lembut daging dan pasnya kombinasi rempah si iga penyet. Serius. Saya yang sedang memakai behel sekalipun, tidak kesusahan untuk menggigit sampai putus si daging yang menempel pada tulangnya tersebut. Tulangnya sampai bersih benar saya buat😂


Untuk sambelnya, saya dibuat mengeluh. Saya akhirnya harus menambahkan kecap disambelnya itu sendiri dan nasi. Beberapa kali malah, saking pedasnya. Saya memastikan ke zaujiy, apa memang tingkat pedasnya memang seperti ini. Zaujiy membantah. Katanya, ini memang lebih pedas dari biasanya. Indikatornya, sebelumnya zaujiy bisa memakan sambelnya tanpa kecap, kali ini dia harus menambahkannya untuk mengurasi rasa pedasnya. Mungkin harga lombok biji alias cabe rawit lagi murah😆

Iga penyet-nye highly recomended kawans. Jika ingin mencobanya, silahkan datang ke Rumah Makan Ayam Goreng Kalasan Surabaya di sekitaran Wilayah MTQ. Persisnya, di parkiran MTQ depan Masjid Al-Muhajirin, bukan lagi dijalan menuju Pasar Panjang. Karena saat saya makan itu adalah minggu terakhir mereka disana. Katanya, sewa tempatnya terlalu mahal :D Ini curhatan penjualnya,btw..

Sampai ketemu di Kiki Kuliner lainnya ya.. 

You Might Also Like

0 comments