Alasan Mengganti Kartu Halo

15 Januari


Sebelum lebih jauh bercerita kenapa akhirnya memutuskan mengganti kartu Halo, saya akan terlebih dahulu menceritakan alasan saya memakainya,ya..

Jauh sebelum saya membuka kartu Halo, beberapa teman sudah menyarankan kesaya untuk menggunakannya. Kecepatan dan kestabilan jaringan internetnya alasan mereka PeDe untuk mempromosikan. Selain itu, harga promo dan fasilitas yang didapatkan saat itu terbilang terjangkau. Tapi dengan alasan tidak mau menambah biaya bulanan, terlebih saat itu belum bekerja "benar", saya memutuskan untuk tetap menggunakan satu kartu saja.

Sampai akhirnya ada moment yang saya merasa saya butuh si kartu Halo itu. Yaitu, saat mempersiapkan pernikahan. Segala urusan harus senantiasa didiskusikan dan di crosscheck statusnya, apalagi saya masih di luar kota saat itu. Saya merasa butuh kartu yang bisa saya pakai setiap saat, tanpa harus beli paket nelpon terlebih dahulu dan yang tidak ada batas jam penggunaannya. Dan ini tidak saya dapatkan pada kartu AS, kartu yang saya gunakan.

Untuk alasan itu, saya memutuskan membuka kartu Halo. Saya mendatangi grapari, berbekal KTP berlaku dan keterangan domilisi karena membuka di kota yang berbeda dengan asal KTP saya. Tidak lama berhadapan dengan CS-nya, kartu Halo saya siap digunakan. Saya mengambil paket 80K perbulan, dengan paket internet yang saya lupa berapa, ditambah dengan 200menit telepon dan 200sms sesama Telkomsel. Cukuplah bagi saya saat itu.

Paket ini saya gunakan beberapa bulan lalu saya upgrade ke HaloFit 100K. 2GB internet, 200Menit telepon dan 200SMS sesama Telkomsel. Meskipun sebenarnya, hal ini tidak sengaja saya lakukan ketika membuka-buka aplikasi MyTelkomsel. Saya terus menggunakan paket ini  sampai akhirnya saya merasa kesulitan sendiri.


Kesulitan yang saya maksud adalah arena handphone saya bukan hape dengan kapasitas baterai yang guede ditambah saya juga malas untuk membawa powerbank, jadi saya merasa perlu untuk membedakan handphone untuk internetan dan untuk menelepon dan sms, alias smartphone dan featured phone. Masalahnya adalah paket yang sedang saya gunakan adalah kombinasi internetan dan telepon plus sms. Saya coba untuk pindah paket ke khusus internetan saja, atau sms dan telepon saja, ternyata tidak bisa. Selain itu, untuk 100K perbulan dan hanya mendapatkan salah satunya, saya saya rasa itu cukup mahal. Downgrade paket juga tidak dibolehkan oleh Telkomsel.

Untuk mensiasati hal tersebut, saya akhirnya menutup kartu Halo lama saya lalu membuka satu lagi nomor Halo yang syukurnya, cuma berbeda 2 angka dengan nomor yang lama. Terimakasih CS Telkomsel hihi.. Paket yang saya gunakan untuk nomor baru saya adalah paket Halo Hybrid 50K yang mendapatkan 300 menit telepon dan 200sms ke sesama Telkomsel, lalu saya pasangkan di hape Nokia jadul bekas punya ayah saya. Anti lowbat kawans๐Ÿ˜€ Saya juga mengatur limitnya cuma di 50K, jauh lebih minim dibanding limit kartu Halo perdana saya.

Kebutuhan menelepon dan sms sekarang sudah bisa teratasi. Sedang untuk internetan akhirnya saya gunakan kartu lepas saja yang banyak dijual. Karena kebanyakan paket internetan untuk kartu perdana cukup murah.

Oh iya, dengan buka-tutup kartu Halo ini bukan berarti saya adalah orang yang suka ganti nomor. Saya tetap mempunyai nomor tetap kok, yakni nomor dari Kartu AS yang sedari SMA saya gunakan. Nomor ini hanya diisikan pulsa untuk memperpanjang masa aktif dan digunakan untuk saat penting saja. Juga untuk digunakan login di beberapa media sosial yang membutuhkan nomor handphone.

Jadi alasan utama kenapa saya membuka lalu menutup lalu membuka lagi kartu Halo adalah : biar hemat, beb :D

You Might Also Like

0 comments