Satu Kata yang Dirindukan

06 Desember



Sekarang, hati ini seperti merindukan saat dapat memijak didaratan tinggi. Berdiri tegap sambil mengibarkann bendera keberhasilan. Merayakan terceklisnya satu persatu list capaian hidup yang telah tersusun rapi didalam sanubari. Rasa angga dan haru bergantian hadir.

Rasanya sudah lama tidak menikmati hal seperti itu. Masih kah sama indahnya? Bahagia kah yang menjadi simpulannya? Sepertinya saya mulai mellow lagi..

Beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa saya seperti sedang merindukan suatu kata. Yak, sesederhana itu, yang saya rindukan hanyalah sebuat kata. Kata yang rasanya sudah lama tidak mampir bermain di indera pendengaran.
 "Selamat ya.."
Kata itulah kawans. Sangat sederhana tapi saya benar-benar ingin kembali mendengarnya. Kata yang dalam KBBI yang berarti 1)  terbebas dari bahaya, 2) sehat; 3) tercapai maksud; tidak gagal; 4)doa  dan 5)pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb).

Biasanya, ucapan selamat akan diberikan saat kita menerima berkah dari Tuhan. Misalnya, saat mendapat pekerjaan baru yang lebih baik atau saat menempati rumah baru, bisa juga saat kita berhasil memulai bisnis yang menjajikan dan berbagai kondisi menyenangkan lainnya.

Setelah saya ingat-ingat kembali, sepertinya terakhir mendapatkan ucapan selamat yang bertubi-tubi adalah saat moment pernikahan setahun lalu. Mulai dari ucapan langsung yang disertai jabat tangan dengan kerabat, hingga ucapan yang tersampaikan melalui media virtual. Rasanya menyenangkan sekali. Terlebih karena hampir semua ucapan selamat dibonuskan dengan sepenggal doa yang di aamiini bersama.

Sesudah dari moment itu, rasanya saya sudah tidak pernah lagi dapatkan ucapan selamat. It means, dalam hampir setahun ini, saya belum pernah lagi mendapatkan kondisi yang sedemikian membahagiakan dan atau membanggakan. Atau juga belum ada prestasi/capaian yang berhasil saya raih. Dalam hal ini, saya tidak memasukkan ucapan selamat ulang tahun ya. Kenapa? Karena ini.

Yang saya harapkan dari menuliskan kerinduan ini adalah agar tulisan ini dapat menjadi pecut tersendiri untuk saya. Menjadi cambuk keras supaya segera mendapatkan pijakkan tinggi yang bisa saya capai dalam waktu segera. Di saat itu terjadi, jangan lupa berikan saya ucapan selamat ya,kawans :)

-----------------------------------------------------------------------------------

Sesaat saya menyelesaikan goresan ini, sebuah sms masuk.

Saya kemudian sadar, untuk sampai di pijakkan tinggi, perlu anak tangga yang mantap. Itulah doa dan semangat😇

🚩Kota Kembang, 06122016

You Might Also Like

0 comments