Sate Taichan - Babakaran, Bandung

14 Desember

Setelah diliputi rasa penasaran beberapa minggu sama kuliner yang bernama Sate Taichan, akhirnya malam ini tuntas juga. Kuliner yang namanya pertama kali saya dengar di vlognya Raditya Dika, bikin saya tidak sabar untuk segera ke Babakaran Sate Taichan di jalan Dago Bandung.

Meskipun rada rintik dan jalanan sedang tidak bagus-bagusnya karena ada perbaikan gorong-gorong dan jalur pendestrian, saya sama Dea; partner kulineran di Kota Bandung,  tetap semangat kesana dengan jalan kaki dari kampus gajah.

Sempat ragu karena tempatnya 'terlalu romantis'. Disetiap meja kayak orang lagi candle light dinner, ternyata karena listrik padam. Duh. Gagal dokumentasi lah pikir saya. Modal hp Samsung Grand2 mana bisa bikin foto instagramable kalau remang-remang. Hupf.

Saya dan Dea duduk berhadapan sambil bingung menunya mana, mesennya gimana. Oh harus kekasir dulu ternyata. Saya sempatkan minta kertas menu dikasir, lalu pilih-pilih dimeja. Kalau kebanyakan sate itu dijual perporsi, disini malah dijual pertusuk dengan range 2k-7k. Plusnya, dengan budget tertentu, kita bisa mencoba lebih banyak jenis olahannya. Minusnya, tentu saja berasa lebih mahal. Tapi menurut saya pribadi, konsepnya tetap oke, apalagi buat anak kostan yang budgetnya pasti terbatas. 😝

Setelah menyesuaikan selera dan budget, Dea mencatat semua pesanan kita di jendela obrolan BBM. Karena kalu harus mengingat satu persatu, bisa lupa duluan sist 😅. Setelah beres, giliran Dea ngantri di kasir sekitar 15 menit. Jadi sistemnya langsung bayar gitu. Oke, ditalangin Dea dulu. Ini yang kita pesan. Please ingat, ppn nya 15% cuy!


Icip icip time. Duh enaknyaaa..sambelnya. Beneran, rasa aneka dagingnya yang hampir semua di point 3/5 sangat tertolong sama gurih nya sambelnya yang 4,9/5. Serius. Sambel taichan sama sambel dayang sumbinya bikin nagih lidah kami.

Bagi yang pertama kali makan Sate Taichan, jangan bingung bumbu kacangnya mana ya. Khasnya memang begitu, tanpa bumbu kacang dan kecap. Dagingnya pun cenderung pucat. Tapi tidak hambar kok, karena dagingnya sudah dimarinate dulu sebelum dibakar.

Dari semua yang saya coba, the recommended items itu cumi, udang, sama sapinya. Kalau kesana lagi, pasti itu bakal saya repeat.

Selesai sudah. Puas diperut, oke dilidah, nyaman dikantong. Repuchase? May be yes.

See you dicerita KikiKuliner lainnya ya.


🍢🍡🍢🍡🍢🍡🍢🍡🍢🍡🍢🍡🍢🍡

You Might Also Like

2 comments

  1. aaa sate taichan sedang hits2-nya di daerahku. sebelum coba penasaraan banget. pas nyoba emm mayan sihh.. tapi pas dibungkus bawa pulang kenapa jadi lain rasanya ya. hahaa.... enak dimakan ditempat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena makannya rame2 ya mbak, jadi enakkan makan ditempat hihi

      Hapus