Selamat berDesember

01 Desember

Awal dari akhir rangkaian bulan telah sampai. Desember kembali menyapa seantero dunia. Nampaknya euforia penyambutannya lebih meriah dibanding kawan-kawan nya terdahulu. Mungkin karena menjadi satu-satunya kesempatan untuk menuntaskan resolusi yang telah dikukuhkan sejak awal tahun, atau bahkan sejak tahun sebelumnya. Berbagai harapan dan doa baik telah tersebar si timeline-timeline media sosial oleh sebagian mereka. Baiklah kawan, kuturut meng-Aamiin-kan hal-hal tersebut.

Tidak semua larut dalam kesenangan dalam pergantian bulan ini. Ada yang katakanlah tak sebegitu gembira karena desember telah datang. Diriku sepertinya menjadi salah satu dari entah berapa. Desember terlalu cepat datang pikirku. Belum banyak kemajuan berarti dalam thesisku, duhai Tuan Bulan Terakhir. Kau tahu kah ini sulit? Sesulit bocah yang mencoba meminta izin untuk mandi hujan, sedang ingusnya saja masih naik turun.

Ah urusan ini kenapa jadi begitu mellow?

Sebagai pengobat kekecewaan, ku hadiahkan dua buah jendela dunia kepada diriku sendiri. Sengaja ku pilihkan yang ringan-ringan saja. Agar menjadi selingan ketika duduk menanti bimbingan. Ada satu bercover kuning, karangan Fenni Wardhiati dan lainnya bercover putih bergambar... (ternyata) gereja and masjid (kah itu?) karangan Paulo Coelho.

Oh iya, anggaplah dua buah gamis berdiskon tadi juga sebagai hadiahmu. Potongannya sangat pas di dirimu. Sungguh. Jangan bersedih lagi ya. Desember datang tepat waktu kok, dirimu saja yang mungkin kurang bersiap.Hadapi dengan senyum, usaha dan doa ya.

Selamat berDesember 😉


You Might Also Like

0 comments