Small Things

16 Desember

Nemu di google
Semakin kesini, saya semakin yakin jika cinta itu bukan lagi sekedar kata I love you, I miss you dan sejenisnya. Bukan juga membukakan pintu mobil atau memberi ucapan selamat tiap pergantian pagi, siang, sore, dan malam. Kata cinta bukan lagi sesuatu yang 'besar' seperti memberimu paket liburan dan kesempatan nginap di hotel mewah, atau sebuah kado berisi jam tangan bermerk tiba-tiba berada disampingmu ketika kau baru saja terjaga. 

Saya belum pernah mengalami dua hal terakhir yang sebut sih, tapi bukan berarti tidak ingin ya. Siapa juga yang tidak tergoda dengan hal-hal seperti itu, hihihi. Tapi, untuk sekarang ini, hal-hal kecil ternyata jauh lebih romantis dari itu semua.

Zaujiy bukan tipe laki-laki yang romantis. Tapi caranya memperlakukan orang lain bisa dibilang manis. Sulit baginya untuk berkata tidak ketika dimintai tolong. Meskipun kadang, justru malah sedikit terbengkalai urusan-urusan tersebut. Kesaya sendiri, romantis sepertinya bukan hal yang menjadi dia banget. Tapi, meskipun tidak romantis, perangai nya yang lain jauh lebih membahagiakan.

Misalnya, zaujiy yang selalu marah ketika saya tidak memakai kaos kaki saat keluar rumah. Dan ini hampir selalu ditanyakannya meski sebenarnya dia tahu saya pasti membawa kaos kaki, tapi memang kadang saya akan memakainya nanti, saat sudah dimobil. Serupa juga dengan pakaian, zaujiy terkadang membiarkan saya melewati pintu terlebih dahulu untuk memastikan bahwa gamis saya tidak menerawang. Kebiasaannya ini terus dilakukannya meski saya jauh di tanah rantau. Dia tetap memantau hal-hal demikian. Dan ini jauh lebih romantis menurutku.

Versi lain dari romantis itu ada lagi. Barusa, zaujiy tiba-tiba memintaku mengirimkannya fotoku yang aktual, yang benar-benar terbaru. Karena zaujiy bukan orang yang suka melakukan hal yang demikian, jadilah saat dia seperti itu saya merasa cukup kaget dan aneh. Apalagi setelah saya tanya alasannya meminta foto dan dijawabnya karena rindu. Duh, adek meleleh Bang..

Pernah suatu waktu saat sedang honeymoon saya memodusi zaujiy. Saya bilang kalau ingin beli bunga, padahal aslinya saya memang ingin dibelikan bunga olehnya. Ternyata saat itu zaujiy cukup tanggap. Begitu melewati penjual bunga, kami mampir dan dia memilihkan satu buket untuk saya. Saya terima bunga dengan hati yang tentu saja gembira, tapi tetap merasa ada sesuatu yang mengganjal. Mungkin karena itu bukan inisitifnya sendiri. Hal ini saya sadari tidak tepat saat bunga itu diberikan kepada saya. Ada selang waktu untuk menelisik kembali kehati saya sendiri dan kemudian menyadarinya. Dari situ saya makin yakin, apa yang dilakukan dengan niat dan hati yang tulus, meski hanya hal-hal kecil, akan terasa jauuuh lebih istimewa.

Jadi, mari kita atau lebih tepatnya, saya sendiri mensyukuri ketidakromantisan pasangan. Karena toh, saat dia mampu berromantis dengan caranya sendiri, itu jauh lebih membuat kita tersipu. 😊


You Might Also Like

1 comments