Belajar Berterima Kasih

11 Desember


Source

Hakikat dari memberi adalah keikhlasan serta pengharapan adanya balasan dari Allah. Sepanjang akal yang dianugrahkan kepadaku, itulah yang saya tahu.

Tapi, ada hal yang kiranya cukup membuatku bertanya malam ini. Bagaimana seandainya, kita memberi, dan kita cukup yakin bahwa kita ikhlas, namun kita tetap mengharapkan adanya sedikit ucapan terima kasih. Apakah itu mengurangi rasa ikhlas yang sudah ada?

Ternyata jawabannya adalah ya. Wahai Rabbi, maafkan hambamu ini.

Upayaku untuk mengetahuinya secara pasti, mengantarkan untuk bertanya kepada mesin pencari zaman ini. Hasil penelusurannya menuntunku mengeja kembali kalam Allah dalam Qur'an Surah Al Insan ayat 8-9, yang artinya :


8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. 9. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”
Kalimat yang tidak begitu panjang diatas, sudah cukup bahkan sangat jelas untuk menjawab kegelisahanku malam ini.

Maka baiknya, saya anggap saja apa yang saya rasakan malam ini adalah proses belajar yang mesti dilakukan. Semoga kedepannya, pengharapan yang kecil, sekecil ucapan terima kasih tidak lagi bertandang di hati yang aduhai kotornya ini.

Namun, sekali pun, jangan menjadikan ini sebagai tameng untuk menunda untuk mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang lain yang teranugrahi kepada kita. Karena, ucapan terima kasih kita akan menjadi senjata ampuh kita untuk menjaga benih kasih sayang diantara lingkar persaudaraan kita. Lebih dari itu, berterima kasih merupakan salah satu bentuk kita bersyukur terhadap sokongan kebaikan yang telah diatur sedemikian rupa sampai pada kita. Juga dapat membuat si baik hati menjadi lebih bahagia. Sebuah kata sederhana dengan sejuta faedah, ringkasnya.

Jadi, sudahkah berterima kasih hari kawans?

Jika ini bukanlah hal keliru, izinkan saya berterima kasih atas kegelisahan yang hadir malam ini. Kegelisahan yang berpangkal untukku kembali belajar. Agar bisa senantiasa ikhlas. Tanpa tapi, tanpa nanti.


🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥🐥



You Might Also Like

0 comments