Tentang Berbagi Kenangan

17 Desember

Beberapa saat yang lalu saya di tag dalam sebuah kiriman dilaman Facebook yang berisi memori. Ada foto saya bersama tiga orang teman, yang salah satunya adalah yang meng-share memori tersebut. Tidak salah sih sebenarnya, tapi ya..gitu deh.. 

Saya sebenarnya salah satu yang sangat menyukai fitur ini, baik yang di Facebook ataupun Path. Keduanya konsepnya sama. Mengingatkan postingan kita di tanggal yang sama di tahun sebelum-sebelumnya. Path melakukakannya secara random, terserah dia mau tampilkan postingan berapa tahun. Sedang di Facebook, kita bisa melihat semua postingan kita ditanggal yang sama untuk setiap tahun, dengan membuka laman "Kenangan Saya".. CMIIW ya.. hihi..

Tapi saya pribadi jarang menggunakan ini. Bukannya apa-apa, setelah saya baca atau lihat kembali, ternyata postingan-postingan saya terdahulu, ih apa banget deh. Semacam alay pada masanya lah.. Galau tidak jelas, komen-komen nyeletuk seenaknya sampai foto yang duh kok bisa ya saya share. Tapi terkadang malah disitu saya bisa lihat bertapa akrabnya saya dengan mereka-meraka yang sekarang sudah tidak segitunya lagi. 

Yang cukup katakanlah mengganggu hati saya adalah, ketika postingan yang dishare itu berupa foto. Mungkin benar dengan gambar, akan lebih jelas bagaimana potongan-potongan masa lalu bisa terangkai lebih sempurna. Tapi, jika itu ternyata menampilkan bagaimana jahiliyahnya saya dulu, terus terang saya malu.

Saya mengubah sedikit penampilan saya dengan menjadikan gamis sebagai pakaian saya saat keluar rumah, terbilang masih dini. Baru sekitar dua tahun. Meskipun belum sempurna, tapi saat saya memulai itu, saya juga mulai mencicil untuk menghapus setiap foto saya yang masih tampak memakai celana dan jilbab pendek di kebahukan. Sampai sekarang pun hal ini masih terus saya lakukan. Dan ketika ada yang meng-share lagi rasanya sedih deh. Serius, melihat lagi apa yang sudah saya coba tinggalkan itu menjejakan sedikit goresan dihati.

Saya tidak mampu untuk meminta semua teman untuk tidak lagi melakukan itu, apalagi berharap mereka menghapus foto yang demikian. Saya hanya mampu menyimpan perasaan sedih itu, lalu menorehkannya disini. Mungkin saja, ada diantara mereka yang akhirnya khilaf mampir kesini, kemudian mengerti apa yang sedang saya upayakan. 😔

You Might Also Like

4 comments

  1. saya juga malu banget kalo membaca postingan-postingan di masa jahiliyah dulu, saat diingatkan ffacebook bahwa di tanggal sekian di beberapa tahun silam saya pernah menulis dengan kata-kata alay, adududuh malunya hati ini saat membacanya, hihihi :D

    btw salam kenal kembali Dek :)

    blognya saya follow yaa :)

    BalasHapus
  2. hehe iya ya kak.. alay dari bahasa dan cara menulisnya bahkan.. hihihi..

    Makasih kak, dengan senang hati ^^

    BalasHapus
  3. Makanya saya pilih2 mau share sesuatu yg diingatkan kembali sama FB karena duuhh, kadang sebagian kenangan itu ndk harus dan saya tidak mau kenang lagi #eehh

    Btw, header baru ya? Tetap orange yah, widgetnya yg sekarang jadi di kiri ya. Tadi saya kira salah masuk :D

    Ayooo, kapan berdomain?? :D kan gpp jg toh klo blog yg isinya curhatan berdomain, kali ada informasi yg dibutuhkan bisa diperoleh dari sini. Saya suka nah baca2 dimari ;)

    BalasHapus
  4. Betul kak, sebagian kenangan memang hanya untuk di keep sendiri saja :D

    hehe, iye kak, yg kemarin rasanya belum saya banget, masih tidak tampak orange-nya.. hihi

    hahaha, ini sudah daftar kak, pas domain yang sy mau masih available.. tp masih berusaha yakinkan hati sampe limit pembayarannya.. :D

    thx kak.. :) blogta malah saya sudah 'obrak abrik' buat belajar cara menulis, hihihi..

    BalasHapus