Grup Paling Nyaman

10 Desember

Saya punya beberapa grup di media sosial seperti LINE dan Whatsapp. Sebagian adalah grup serius, yang berhubungan dengan kuliah atau komunitas, dan sebagiannya lainnya hanya untuk sekedar chitchat, seperti grup keluarga juga grup teman dekat. Dan atau grup yang bersifat gabungan dari keduanya, seriusnya dapat, ngobrol santainya dapat. Saya yakin, hal ini sudah menjadi hal umum bagi kita semua, ya kawans.

Saya sendiri, dan saya rasa sebagian dari kita, sepertinya, akan menjadi active talker digrup tertentu, namun cukup menjadi silent reader digrup lainnya. Di beberapa grup, kita bisa dengan nyaman memulai topik, menanggapi bahasan yang sedang up, dan mengeluarkan pendapat. Sedang digrup lainnya kita cukup hanya dengan menyimak, setuju atau tidak setuju dengan diam, atau bahkan ada keinginan untuk leave group, tapi kemudian urung karena merasa tidak enak.

Alasannya nya apakah kita nyaman atau tidak..


Salah satu yang membuat saya tidak nyaman tergabung digrup yang meskipun penting adalah karena bahasa dan atau pembahasannya terlalu kaku. Atau saya tidak kenal sebagian besar anggota grupnya, juga menjadi salah satu alasan saya cukup menjadi silent reader. Kadang juga, karena saya tidak setuju dengan kebanyakan pendapat yang sedang gembor di bahas digrub itu.

Mungkin, sebagian orang menganggap, ya kalau tidak nyaman, tinggal leave group saja. Tapi, sekarang ini, urusan leave group tidak semudah yang dibayangkan. Menurut paham dan hati saya sih seperti itu. Rasa "nggak enak" yang menjadi alasannya. Dan kalau sudah seperti ini, fitur mute menjadi hal yang paling tepat untuk saya lakukan. 😀

Di sisi lain, ada grup yang baru saja notifnya masuk, sudah membuat saya ingin buru-buru membuka. Karena penasaran lah, karena merasa ketinggalan kalau tidak segera menanggapi lah, atau merasa bersalah karena tidak cepat respon, yang menjadi alasan saya.

Saya sendiri, merasa senang karena masih memiliki grup yang seperti demikian. Artinya, saya masih mempunyai lingkar pertemanan yang menyenangkan. Atau paling tidak, saya mempunyai sumber kebahagiaan lain dari grup media sosial ini. 

Salah satunya, adalah grup keluarga besar saya yang mini. Grub ini adalah kami para sepupu dan tante yang klop diberbagai urusan obrolan. Jadi, ketika ada notif dari grup ini, senyum simpul ada hal yang pertama muncul. Kalau grup keluarga besar yang betul-betul besar, saya muncul cuma disaat-saat ada pembahasan tertentu.😅

Ada juga, satu grup yang berisikan cuma 4 orang, termasuk saya. Kami dulu adalah teman kuliah, dan sampai sekarang keep in touch. Digrup ini kami seperti bisa membahas apa saja, dari yang penting, sampai yang sebenarnya tidak penting-penting banget untuk diobrolkan. Bahkan, sering kali kami, katakanlah, saling hina untuk tetap akrab. Syukurnya, dan mudah-mudahan, justru itu yang membuat kami makin akrab.

Sebenarnya, kenapa saya jadi menulis tentang ini, adalah karena semalam kami, para anggota grup mini ini,  tiba-tiba sadar sama hal ini. Kita ini, tetap bisa ngobrolin apa saja, membagikan berita penting dan tidak penting, rela menyisipkan waktu untuk bertemu walaupun mepet-mepet, tetap saling cari, dan tidak ada rasa nggak enak hati saat saling memberikan komentar.

Dari ini, saya berharap untuk terus bisa berbagi cerita dengan mereka. Sampai nanti, sampai tuir. Sampai kami menjadi seperti salah satu buku yang pernah kami aamiini bersama : 3 Manula Jalan-Jalan ke Singapore. Kalau untuk kami, judulnya akan diganti menjadi : 2 kakek dan 2 nenek jalan-jalan ke..kemana ya baiknya, guys? Jangan jauh-jauh ya😂

Keinginan getting old with happiness-ku, salah satunya bersumber dari mereka. Saya sejujurnya, bersyukur punya tempat pulang selain rumah, punya tempat berbagi cerita selain dengan keluarga, boleh "menghina" tapi ndak sampai ke hati. 💓


ps, dont laugh when u guys see this post 😋

You Might Also Like

2 comments

  1. Saya jg gtu dgn group2, ada beberapa yg di mute. Bahkan group kantor besar pun di mute, kecuali utk group devisi dan regional yg benar2 di ON kan notifnya. Hihihih

    Anyway baru tahu ada buku yg judul 3 Nenek-Nenek itu, pasti seru ya ceritanya. Pengen baca juga iniihh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurnya ada fitur mute ddi' kak.. :D

      btw, ternyata saya salah ingat pas tulis itu kak, maksudku 3 manula jalan-jalan ke singapore.. hihi

      Hapus