RumahTangga

Ritual Menukar Tanggal

21 Desember



Mungkin terdengar sedikit aneh, tapi serius, saya dan zaujiy sering melakukan (emm, apa kata yang cocok selain) ritual ini. Sebagai pasangan yang menjunjung tinggi hari mensiversary sampai anniversary, ritual itu cukup menjadi penolong.

Hampir tiap bulan kami selalu memberi ucapan selamat di tanggal 13, sesuai hari jadian kami dulu. Biasanya kami akan keluar buat makan atau ber-quality time with other ways. Nah kalau salah satu diantara kami sedang tidak bisa hari itu juga, disitulah ritual menukar tanggal kami lakukan.

Kami berdua akan sama-sama menganggap hari itu bukan tanggal 13. Dan tanggal 13 versi kita adalah bebeapa hari kemudian, saat yang kami sempat bertemu dan melakukan perayaan kecil versi kami. Tapi sejak menikah, tanggal 13 itu akhirnya diganti dengan tanggal 20, sesuai tanggal pernikahan kami.

Nah, kemarin adalah tanggal 20 Desember, which is wedding anniversary kami yang pertama. Unfortunetly kami tidak ditempat yang sama untuk merayakannya. Sedang merayakannya just by phone terasa menyedihkan. Jadi, ritual menukar tanggal kembali kami lakukan. 😁

Sekali lagi mungkin ini terlihat konyol, tapi gimana ya.. kami memang seperti ini. Merayakan mensiversary dan anniversary bagi kami adalah sebuah kebutuhan. Dihari itu kami bisa lebih mengekspresikan rasa sayang kami. Juga menjadi hari kami untuk berquality time dengan melakukan hal-hal yang kami sukai. Tidak melulu dengan makan bersama sih, bisa dengan nonton bareng atau ngobrol tentang goals yang mau kita capai. We do more at thay day. Akhirnya, perayaan itu seperti menjadi ajang recharge energy bagi kami. Apalagi kalau sempat beda pendapat. As we know, life is never flat, kawans.😀 Sekali lagi, this is just our opinion. Setuju silahkan, tidak setuju ya tak apa.

Tanggal 20 Desember dikalendar memang sudah berlalu. Tapi 20 Desember versi kami, baru akan segera tiba. Toh, beberapa jam lagi saya akan boarding menuju Kendari, tanpa sepengetahuan zaujiy. Surprice is comiiing. May everything goes smoothly. Aamiin.


See you in Kendari 😉

MomentOfLife

20 Desember 2016 : Genap Setahun

19 Desember



20 Desember pertama kita setelah 20 Desember 2015 yang lalu..

********

Ah, 20 Desember lalu. Sudah setahun rupanya. Tidak terasa kah? Tentu tidak. Hanya saja sedikit lebih cepat rasanya. Mungkin, karena kami memang bahagia, jadi waktu berjalan seakan lebih lekas. Apa yang kami capai di setahun ini terbilang tumpah ruah. Cinta kasih yang penuh ridho adalah salah satu yang utama dari sekian melimpah lainnya.

Ah, 20 Desember lalu. Masih jelas sekali diingatan bagaimana detik-detiknya yang berjalan nan romantis. Ada pagi yang telah kunanti jauh hari. Ada moment yang telah ku semogakan tak sedikit kali. Telah ada Dia duduk dihadapan suami ibuku. Saling bertemu tangan dan memberikan serah terima. Janji suci akhirnya terlafalkan didepan mereka yang ikut berbahagia. Semesta meng-aaminkan.

Ah, 20 Desember lalu. Pertama kali kulihatnya sangat rupawan. Perdana kali kupandangnya begitu sempurna. Hati dan jiwanya tak lagi setengah, sudah ada aku yang dipilihnya untuk menggenapkan. Kecupan pertamanya sebagai suami mendarat dikeningku bersamaan dengan doa-doa baik yang terpanjat masing-masing dalam hati. Salim pertamaku sebagai istri merapat dipunggung tangannya beriringan dengan rasa bakti dan kasih dariku padanya. Semuanya masih jelas. Tanpa buram sedikitpun.

Terimakasih atas semua rangkaian peristiwa itu. Sungguh, itu terbaik dalam hidupku.

Curhat

Tentang Berbagi Kenangan

17 Desember

Beberapa saat yang lalu saya di tag dalam sebuah kiriman dilaman Facebook yang berisi memori. Ada foto saya bersama tiga orang teman, yang salah satunya adalah yang meng-share memori tersebut. Tidak salah sih sebenarnya, tapi ya..gitu deh.. 

Saya sebenarnya salah satu yang sangat menyukai fitur ini, baik yang di Facebook ataupun Path. Keduanya konsepnya sama. Mengingatkan postingan kita di tanggal yang sama di tahun sebelum-sebelumnya. Path melakukakannya secara random, terserah dia mau tampilkan postingan berapa tahun. Sedang di Facebook, kita bisa melihat semua postingan kita ditanggal yang sama untuk setiap tahun, dengan membuka laman "Kenangan Saya".. CMIIW ya.. hihi..

Tapi saya pribadi jarang menggunakan ini. Bukannya apa-apa, setelah saya baca atau lihat kembali, ternyata postingan-postingan saya terdahulu, ih apa banget deh. Semacam alay pada masanya lah.. Galau tidak jelas, komen-komen nyeletuk seenaknya sampai foto yang duh kok bisa ya saya share. Tapi terkadang malah disitu saya bisa lihat bertapa akrabnya saya dengan mereka-meraka yang sekarang sudah tidak segitunya lagi. 

Yang cukup katakanlah mengganggu hati saya adalah, ketika postingan yang dishare itu berupa foto. Mungkin benar dengan gambar, akan lebih jelas bagaimana potongan-potongan masa lalu bisa terangkai lebih sempurna. Tapi, jika itu ternyata menampilkan bagaimana jahiliyahnya saya dulu, terus terang saya malu.

RumahTangga

Small Things

16 Desember

Nemu di google
Semakin kesini, saya semakin yakin jika cinta itu bukan lagi sekedar kata I love you, I miss you dan sejenisnya. Bukan juga membukakan pintu mobil atau memberi ucapan selamat tiap pergantian pagi, siang, sore, dan malam. Kata cinta bukan lagi sesuatu yang 'besar' seperti memberimu paket liburan dan kesempatan nginap di hotel mewah, atau sebuah kado berisi jam tangan bermerk tiba-tiba berada disampingmu ketika kau baru saja terjaga. 

Saya belum pernah mengalami dua hal terakhir yang sebut sih, tapi bukan berarti tidak ingin ya. Siapa juga yang tidak tergoda dengan hal-hal seperti itu, hihihi. Tapi, untuk sekarang ini, hal-hal kecil ternyata jauh lebih romantis dari itu semua.

Zaujiy bukan tipe laki-laki yang romantis. Tapi caranya memperlakukan orang lain bisa dibilang manis. Sulit baginya untuk berkata tidak ketika dimintai tolong. Meskipun kadang, justru malah sedikit terbengkalai urusan-urusan tersebut. Kesaya sendiri, romantis sepertinya bukan hal yang menjadi dia banget. Tapi, meskipun tidak romantis, perangai nya yang lain jauh lebih membahagiakan.

Misalnya, zaujiy yang selalu marah ketika saya tidak memakai kaos kaki saat keluar rumah. Dan ini hampir selalu ditanyakannya meski sebenarnya dia tahu saya pasti membawa kaos kaki, tapi memang kadang saya akan memakainya nanti, saat sudah dimobil. Serupa juga dengan pakaian, zaujiy terkadang membiarkan saya melewati pintu terlebih dahulu untuk memastikan bahwa gamis saya tidak menerawang. Kebiasaannya ini terus dilakukannya meski saya jauh di tanah rantau. Dia tetap memantau hal-hal demikian. Dan ini jauh lebih romantis menurutku.

KikiKuliner

Kedai 28 - Cihampeulas Bandung : Pilihan Lain Anak Kostan

16 Desember

 

Salah satu screenshot yang saya save digaleri handphone saya adalah review dari @dunia_kulinerbdg tentang Kedai 28, yang salah satu cabangnya berada di Jalan Cihampeulas. Saya memang selalu melakukan ini untuk menyimpan referensi kuliner yang menurut saya memungkinkan untuk saya coba. Memungkinkannya adalah tentang harga dan tentang lokasi. Walaupun dekat atau bisa saya jangkau tapi harganya tidak bersahabat, its means no. Sebaliknya, harga oke tapi tempatnya sulit dijangkau, its means no too.
 
Kemarin (15.12) saya dan Dea mini tawaf di CiWalk  untuk melihat berbagai macam barang diskonan dari sore sampai malam.  Dan saat tiba jam makan, kami kebingungan untuk makan dimana. Saya jadi ingat salah satu list yang sudah saya ingin datangi, Kedai 28, which is tidak jauh dari CiWalk. Jadi kesanalah kami. Lalu lintas cukup macet malam itu, jadi kami putuskan untuk tetap memarkir motor di parkiran CiWalk dan jalan kaki menuju Kedai 28 itu. Cuma butuh kira-kira 10 menit untuk sampai.

KikiKuliner

Sate Taichan - Babakaran, Bandung

14 Desember

Setelah diliputi rasa penasaran beberapa minggu sama kuliner yang bernama Sate Taichan, akhirnya malam ini tuntas juga. Kuliner yang namanya pertama kali saya dengar di vlognya Raditya Dika, bikin saya tidak sabar untuk segera ke Babakaran Sate Taichan di jalan Dago Bandung.

Meskipun rada rintik dan jalanan sedang tidak bagus-bagusnya karena ada perbaikan gorong-gorong dan jalur pendestrian, saya sama Dea; partner kulineran di Kota Bandung,  tetap semangat kesana dengan jalan kaki dari kampus gajah.

Sempat ragu karena tempatnya 'terlalu romantis'. Disetiap meja kayak orang lagi candle light dinner, ternyata karena listrik padam. Duh. Gagal dokumentasi lah pikir saya. Modal hp Samsung Grand2 mana bisa bikin foto instagramable kalau remang-remang. Hupf.

Saya dan Dea duduk berhadapan sambil bingung menunya mana, mesennya gimana. Oh harus kekasir dulu ternyata. Saya sempatkan minta kertas menu dikasir, lalu pilih-pilih dimeja. Kalau kebanyakan sate itu dijual perporsi, disini malah dijual pertusuk dengan range 2k-7k. Plusnya, dengan budget tertentu, kita bisa mencoba lebih banyak jenis olahannya. Minusnya, tentu saja berasa lebih mahal. Tapi menurut saya pribadi, konsepnya tetap oke, apalagi buat anak kostan yang budgetnya pasti terbatas. 😝

SelfProject

Personal Project : One Day One Hi..

12 Desember

Ngambil disini
Disela-sela waktu saya berpusing ria dengan anak kecil saya yang manja dan meggemaskan bernama Thesis binti Bundanya, membuka media sosial menjadi pilihan saya untuk sekedar meluruskan otak. Heh(?). Jika harus diurutkan, saya akan terlebih dahulu membuka IG, lalu ke BBM, lalu ke Path dan terakhir Facebook. Terkadang, jika waktu memungkinkan atau memang sengaja saya mungkin-mungkinkan, i do looping. Kembali ke IG lalu berakhir lagi di laman beranda Facebook.

Apa yang saya temui disana adalah berbagai macam ekspresi kehidupan juga sejuta moment dari teman-teman atau orang-orang yang saya pilih untuk saya follow, yang saya baik-baik saja untuk mengetahui aktivitas mereka. Tidak hanya itu, saya juga menemui beberapa koleksi terbaru dari toko online yang racunnya coba saya tawarkan dengan tidak membuat token lagi setelah kedua token saya ketinggalan dirumah Kendari beberapa bulan lalu. 😅

AboutLife

Belajar Berterima Kasih

11 Desember


Source

Hakikat dari memberi adalah keikhlasan serta pengharapan adanya balasan dari Allah. Sepanjang akal yang dianugrahkan kepadaku, itulah yang saya tahu.

Tapi, ada hal yang kiranya cukup membuatku bertanya malam ini. Bagaimana seandainya, kita memberi, dan kita cukup yakin bahwa kita ikhlas, namun kita tetap mengharapkan adanya sedikit ucapan terima kasih. Apakah itu mengurangi rasa ikhlas yang sudah ada?

Ternyata jawabannya adalah ya. Wahai Rabbi, maafkan hambamu ini.

Upayaku untuk mengetahuinya secara pasti, mengantarkan untuk bertanya kepada mesin pencari zaman ini. Hasil penelusurannya menuntunku mengeja kembali kalam Allah dalam Qur'an Surah Al Insan ayat 8-9, yang artinya :

TodaysStory

Grup Paling Nyaman

10 Desember

Saya punya beberapa grup di media sosial seperti LINE dan Whatsapp. Sebagian adalah grup serius, yang berhubungan dengan kuliah atau komunitas, dan sebagiannya lainnya hanya untuk sekedar chitchat, seperti grup keluarga juga grup teman dekat. Dan atau grup yang bersifat gabungan dari keduanya, seriusnya dapat, ngobrol santainya dapat. Saya yakin, hal ini sudah menjadi hal umum bagi kita semua, ya kawans.

Saya sendiri, dan saya rasa sebagian dari kita, sepertinya, akan menjadi active talker digrup tertentu, namun cukup menjadi silent reader digrup lainnya. Di beberapa grup, kita bisa dengan nyaman memulai topik, menanggapi bahasan yang sedang up, dan mengeluarkan pendapat. Sedang digrup lainnya kita cukup hanya dengan menyimak, setuju atau tidak setuju dengan diam, atau bahkan ada keinginan untuk leave group, tapi kemudian urung karena merasa tidak enak.

Alasannya nya apakah kita nyaman atau tidak..

AboutLife

Berframe Besar

09 Desember

Beberapa pekan lalu, saya meminta izin kepada zaujiy untuk membeli kacamata baru. Dengan alasan, ukuran lensa yang lama sudah tidak cocok (minusnya bertambah) dan saya sudah agak bosan dengan kacamata lama saya.😅

Setelah diizinkan, ditemani Mbak Jombang, saya ke optik Melawai Ciwalk untuk memilih dan membeli kacamata baru tersebut. Setelah menimbang-nimbang, mencoba-coba dan melirik-lirik di depan cermin, terpilihlah satu frame kacamata yang menurut saya paling oke. Baik dari segi model maupun harganya.

Saya  memilih model kacamata semi eyecat. Ini pertama kalinya saya memilih kacamata model itu, sebelum-sebelumnya model kotaklah yang selalu menjadi pilihan saya. Almost all time.

Framenya cukup besar untuk ukuran wajah saya sih. Tapi akhirnya, bisa memanipulasi pandangan orang lain. Pipi saya cukup tersamarkan, kata zaujiy sesaat setelah dia melihat foto yang saya kirimkan.

Curhat

Yakin Usaha Sampai

08 Desember

Beberapa bulan terakhir ini, yang paling banyak menyita kapasitas otak saya adalah tentang thesis, penyebab kuliah saya yang tidak kunjung selesai. Sebagai mahasiswa pascasarjana semester lima, ini adalah part yang sangat menguras emosi.

Proses yang cukup rumit sampai dengan bingung harus bagaimana mengolah data yang saya sendiri pun masih belum sreg sepenuh hati adalah hal yang sangat membebani. Belum lagi, saya harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang tua dan zaujiy, dan beberapa teman tentang kapan sebenarnya saya lulus kuliah.

Saking sulitnya posisi seperti ini, saya pernah berpikir untuk escape sementara dari jalur komunikasi. Ingin hilang sementara, lalu muncul dengan undangan wisuda untuk mereka. Tapi toh ide itu adalah hal yang sangat tidak mungkin, bagaimana bisa saya tidak berkomunikasi dengan orang-orang yang hatinya terpaut dengan hatiku.

TipsKiki

Hidup Tanpa TV

07 Desember

Sejak hidup diperantauan, TV akhirnya menjadi barang eksklusif bagi saya. Siaran televisi seakan menjadi barang langka untuk ditemui.


Curhat

Satu Kata yang Dirindukan

06 Desember



Sekarang, hati ini seperti merindukan saat dapat memijak didaratan tinggi. Berdiri tegap sambil mengibarkann bendera keberhasilan. Merayakan terceklisnya satu persatu list capaian hidup yang telah tersusun rapi didalam sanubari. Rasa angga dan haru bergantian hadir.

Rasanya sudah lama tidak menikmati hal seperti itu. Masih kah sama indahnya? Bahagia kah yang menjadi simpulannya? Sepertinya saya mulai mellow lagi..

Beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa saya seperti sedang merindukan suatu kata. Yak, sesederhana itu, yang saya rindukan hanyalah sebuat kata. Kata yang rasanya sudah lama tidak mampir bermain di indera pendengaran.
 "Selamat ya.."

RumahTangga

Usaha Memiliki Momongan

04 Desember

Dari sebagian pasangan yang tidak langsung mendapat amanah buah cinta diawal pernikahan, saya dan suami adalah salah satunya. Juga dari segelintir pasangan yang masih harus berjuang dengan kesendirian malam karena masih harus menjalani long distance marriage, kami juga adalah salah satunya. Berkaitan kah keduanya? Hampir iya.

Menikah disaat kuliah S2 belum selesai adalah tantangan tersendiri. Tapi langkah itu tetap menjadi pilihan terbaik bagi kami. Panggilan jiwa yang sudah cukup muak lelah dengan cinta, yang katakanlah, belum ada ridho Tuhan didalamnya, menjadi alasan yang kuat. Bersamaan dengan itu, ingin melengkapi sebagian agama agar bisa beribadah bersama juga menjadi pendorong kami.

Cerpen

Teman Sehari Kinan

04 Desember


"Kamu duduk di samping Kinan ya". Kata Ibu Guru sambil mununjuk ke arah bangku persis disebelah Kinan.

Berkenalan lah dua anak tingkat sekolah dasar itu. Saling bertukar cerita menjadi pelengkap awal sapa Kinan dan -siapa pula nama anak ini- di dalam kelas. Beberapa teman kelas memperhatikan Kinan, tapi Kinan cuek saja. Kinan tak berusaha mengenalkan anak baru yang sekarang duduk disampingnya itu ke teman-temannya yang lain.


Bel tanda istirahat berbunyi. Kinan dan anak baru itu masih saja asyik berbagi cerita. Sepertinya ada kisah menarik diantara mereka.

Bel tanda istirahat berbunyi. Mereka masih saja tenggelam dengan deretan kalimat yang saling mereka lontarkan.
"Rumah mu dimana?" Kinan bertanya.
"Kalau mau tahu, kamu boleh ikut ke rumahku pulang sekolah. Bagaimana?"
"Baiklah. Tapi tidak jauh kan? Saya akan di marahi Mama kalau bermain terlalu jauh" Kinan melanjutkan.
"Tidak kok. Lihat saja sebentar".
"Oke kalau begitu.." Kinan setuju.

AboutLife

Gelap. Raksasa. Api.

03 Desember


Dahulu di tempat itu benderang. Cukup untuk melihat setiap detail. Tapi, kabut seakan terus menyerang. Memudarkan penglihatan yang kian kabur. Kabut terus meraja, seperti ada yang terus menguatkannya. Yang dahulu cerah kini tidak lagi. Gelap membutakan seakan tak ada apa-apa lagi. Padahal yang hilang hanyalah cahaya. Terkadang memang tampak sedikit binar, namun luntur, kalah lagi dengan kelam. Gelap kembali berjaya.

Opinion

Another Power in 212

02 Desember


Hari ini, jutaan umat Islam berkumpul di satu titik di Ibu Kota. Mereka menyebutnya dengan #aksidamai212. Ini adalah suatu upaya penyampaian aspirasi dan membela Islam atas penistaan ayat suci AlQuran yang dilakukan Ahok.

Jutaan umat artinya sama saja dengan jutaan otak dan hati. Masing-masing tentu mempunyai urusan dan kepentingan masing-masing. Tapi, kekuatan Maha Raja membuatnya bersatu. Ada Sang Penggerak Hati.Sungguh Maha Besar.

Tapi, tulisan ini tidak mengarah kesitu kawan.

BukuKiki

Selamat berDesember

01 Desember

Awal dari akhir rangkaian bulan telah sampai. Desember kembali menyapa seantero dunia. Nampaknya euforia penyambutannya lebih meriah dibanding kawan-kawan nya terdahulu. Mungkin karena menjadi satu-satunya kesempatan untuk menuntaskan resolusi yang telah dikukuhkan sejak awal tahun, atau bahkan sejak tahun sebelumnya. Berbagai harapan dan doa baik telah tersebar si timeline-timeline media sosial oleh sebagian mereka. Baiklah kawan, kuturut meng-Aamiin-kan hal-hal tersebut.

Tidak semua larut dalam kesenangan dalam pergantian bulan ini. Ada yang katakanlah tak sebegitu gembira karena desember telah datang. Diriku sepertinya menjadi salah satu dari entah berapa. Desember terlalu cepat datang pikirku. Belum banyak kemajuan berarti dalam thesisku, duhai Tuan Bulan Terakhir. Kau tahu kah ini sulit? Sesulit bocah yang mencoba meminta izin untuk mandi hujan, sedang ingusnya saja masih naik turun.

Ah urusan ini kenapa jadi begitu mellow?