#ThrowBack Sepasang Emas dan Perak

25 November

Sore itu saat kelas writing sedang berlangsung hpku berdering, tulisan “Ibuku calling” muncul dilayar kecil nan sempitnya. Langsung saja ku jawab. Karena sedikit bising maka kuputuskan keluar kelas dulu. Bercakaplah kami. Suhu badanku seketika tidak beraturan, jantung berdebar lebih cepat dari biasanya, dan tangan yang mulai menggenggam jarinya sendiri yang mulai dingin.

“Pulang sebelum tanggal 4 nah Nak, pelamaranmu tanggal 4″

Alhamdulillah. Pertemuan antar orang tua yang terjadi saat saya masih di Bandung  sore itu bulat hasilnya. Ku tutup telpon Ibu dengan hati yang seandainya bisa tampak, jelas ada semacam parade diatas kepala saya.. lengkap dengan tari-tarian orang bahagia, musik yang asyik, kupu-kupu yang menari-nari dan kembang api yang meriah (?)

Malam itu dengan baju gamis cinderella (iya gitu) berwarna pink dengan sentuhan tosca saya menunggu rombongan keluarga besarnya. Di dalam kamar yang sedikit berantakan karena empunya baru saja pulang, dan ditemani beberapa sahabat saya tampak tegang, kata mereka. ritual berdoa dan ngborol saya lakukan berulang. Tante Aci masuk kekamar dan buat kami yang didalam kamar jadi semakin tegang. “Rombongan sudah tiba.. “menyuap baje” ini kue dari mereka, niatkan yang baik-baik sebelum ditelan”

Ku turuni tangga menuju ruang tengah. Saya yakin, tiap pasang mata yang melihatku pasti berkata “tegang sekali ki Nak”. ku duduk disampingnya dengan berjarak. Di hadapan kami ada orang tua kami. Sang emas kemudian melingkar di jari manisku diantar oleh jari-jari lembut calon mama mertua, dan sang perak melingkar di jari manisnya diantar oleh jari-jari kokoh ayahku.

One step closer. Kami bahagia. Dan kami yakin ada yang lebih membahagiakan kami menunggu kami didepan.
Mr. and Mrs. Ari Sandy (Soon)
Little Thing Called Love
Dwipatnya Kk Sandy


You Might Also Like

0 comments