Long Distance Marriage's Feel : RINDU

25 November

“Semoga Allah selalu menjaga rindu-rindu diantara kami.. Aamiin”


Sumber
Baru saya kami selesai berbicara via telepon. Sama seperti biasa, saat zaujiy sudah sampai dirumah dari beraktifitas atau saat akan tidur adalah waktu kami untuk saling memberi cerita harian via telepon. Terkadang juga via Skype.

Tapi malam ini, baru sedikit saja suaranya ku dengar, rasa rinduku seakan memuncak. Tangis coba kusembunyikan, agar zaujiy dia tidak tahu. Malam ini dia bilang sangat lelah setelah beberapa aktivitas-aktifitas berantai yang dikerjakannya hari ini. Oleh sebab itu, saya mengizinkannya tidur lebih awal, tak perlu banyak cerita dulu sebelum tidur.

Tiba-tiba dia bertanya ada apa dengan saya. Zaujiy bisa menebak something happen to me hanya dari suara saya. Katanya dia tidak akan tidur dulu sebelum saya memberitahukannya.  Saya cuma lebih rindu dari pada biasanya. Yes, im really really really miss you kataku. Too much.

Berceritalah dia, kalau selepas shalat subuh tadi, dia terus memandangi poto pernikahan kami. Dia merasa dadanya sesak karena rindu. Mungkin karena itu kenapa malam ini hanya dengan mendengar suaranya, saya merasakan juga rindu yang sangat bahkan membuat air saya mata jatuh.

Semoga kita segera berkumpul lagi dalam keadaan yang lebih membahagiakan.
Rindu kamu, mahluk Allah yang saya sebut dengan : Suami❤

Sebaik-baiknya rindu ialah yang disebut dalam doa. Untuk suami, orangtua, saudara, sanak keluarga, teman dan para sahabat serta saudara se Islam lainnya. Semoga Allah terus memberi hidayah dan keberkahannya dalam hidup kita. Aamiin♡

Selamat istirahat☺

Istri ASM❤

You Might Also Like

0 comments