Trauma Makanan

23 November

Perbicangan kami (Saya, Mba Jombang, Mba Aceh dan Sist Jakarta) malam ini di salah satu meja McD yang totally random. Salah satunya, kami saling menceritakan kejadian “jackpot” aka ngenes tentang makanan yang pernah dicoba. Dari obrolan itu, akhirnya saya tersadar beberapa hal. Apa saja? 

1. Saya tidak pernah lagi makan Sate Padang semenjak pertama kali mencobanya. Mungkin karena saya yang tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya tampilannya, sehingga begitu seporsi Sate Padang terhidang, saya jadi kaget. Kok kuahnya kental ya?Mana bumbu kacangnya? Awalnya aneh hingga berakhir dengan lidah yang enggan mengicip dan menikmati akhirnya otak saya pun mengeluarkan kesimpulan: Sate Padang nggak enak. Tak cocok dilidah saya. Ditambah kai harganya ternyata cukup mahal bagi kantong mahasiswa kost-kostan. Makin jadilah saya enggan untuk repurchase.



2. Sewaktu masih praS2 dulu, dalam seminggu harus ke Jatinangor minimal sekali. Demi menghemat anggaran, perjalannya sering dilakukan pakai Damri. Satu waktu, dalam perjalanan kesana, saya isi dengan ngemil Tahu Sumedang. Karena memang saya suka dan kebetulan waktu saya memang cukup lapar, seporsi isi 10 (kalau tidak salah) habis dalam sekali. Entah karena saya mabuk perjalanan (padahal ini jarang sekali terjadi) atau karena ada something di tahu-nya atau entahlah karena apa, sesampainya saya di kampus ITB Jatinangor, saya muntah semuntah-muntahnya. Rasanya habis semua isi lambung saya. Dan akhirnya, sejak saat itu saya tidak pernah lagi mau makan Tahu Sumedang. Kalau Tahu Bulat sok mari tak jabanin =))

3. Buah naga. Warnanya oke kan, penasaran lah buat coba. First impresionnya : e.n.e.g cuy kayaknya karena terlalu manis. Alhasil, tidak pernah lagi mau coba. Mau dimakan langsung atau dijadikan jus, sudah langsung berasa eneg manisnya. =)

4. Pertama kali coba Lontong Padang langsung kurang sreg sama rasanya. Sepertinya sih karena memang bukan yang terbaik deh. Cuma dibelikan teman buat sarapan. Belinya pun katanya dipinggir jalan sekitar DU. Jadinya setiap kali diajak makan atau coba itu lagi jawabanku : ” Makasih ya. tapi kayaknya aku lebih pengen nasi padang deh.”=)

Btw, kisah diatas termasuk trauma, bukan sih?

You Might Also Like

0 comments