AboutLife

Lentera

29 November

Di duduk tahiyat akhir magrib tadi, tiba-tiba lampu padam. Gelap seketika menyelimuti seluruh bagian masjid Salman ITB. Tak berpengaruh apa-apa bagi jemaah yang sedikit lagi menyelesaikan kewajiban, toh tinggal menuntaskan bacaan lalu salam kekanan lalu ke kiri. Tuntaslah ibadah magrib itu. Semoga Allah menerimanya.

Lampu masih saja padam. Beberapa jamaah yang telah tuntas berritual atau yang baru akan memulainya, memilih menggunakan handphone sebagai sumber cahayanya.

Ku tuntaskan ritualku kemudian ku sambung dengan menyelesaikan kewajibanku. Ya, mukena yang ku pinjam ku terima dengan rapi, alangkah bijaknya bila ku kembalikan dalam keadaan rapi pula.

Sisi luar masjid masih juga gelap. Sebagian memilih menajamkan mata dari pada harus bersilau dengan cahaya handphone. Termasud diriku. Apalagi baterei handphone memang tinggal 10%. Tapi akhirnya harus kalah ketika tulisan nomer loker sepatu ternyata tidak tampak jelas walau mata hampir melolot ketika menatapnya.

Akhirnya ku dapatkan kembali sepatu titipanku. Bersiap kembali keparaduan perantauan.

Gelap masih belum berhenti. Cukup aneh bagiku. Selama kurang lebih 3 tahun di Bandung, seingatku ini pertama kalinya.  Kendari masih sering ada jadwal pemadaman listrik bergilir dan Bandung, oh ternyata bisa juga ya..

Ku susuri jalan seperti biasa. Tidak ada yang berbeda kecuali cahaya yang berkurang. Tak ada lampu jalan. Juga lampu dari warung-warung tenda.

Terbiasa menikmati cahaya, membuat ku merasa asing dengan pemandangan ini.

AboutLife

Kata-kata yang Jadi Doa

27 November

بسم الله الرحمن الرحيم 

Suatu hari di jeda antar kelas, saya dan beberapa teman kampus duduk sambil ngobrol random. Entah siapa diantara kami yang mulai permbicaraan, hingga akhirnya tercetuslah suatu pertanyaan yang kami jawab secara bergilir. 
"Kalau selesai kuliah nanti, mau ngapain guys?
Berbagai macamlah jawaban-jawaban mereka. Ingin jadi ibu rumah tanggalah, ada yang mau pulang kampung dan jadi PNS, melanjutkan kuliah dan ada yang berencana kerja di Bank. Seingatku jawabanku adalah ingin melanjutkan kuliah dan kutambahkan "saya tidak mau kerja di Bank ah, pasti capek". Sempat ditimpali oleh mereka "tapi gajinya gede loh". "Ya daripada capek" jawabku sekenanya.

Beberapa bulan berikutnya, disiang yang aduhai benderang, dengan terpaksa ku datangi beberapa bank untuk memasukkan berkas lamaran pekerjaan. Silahkan tertawai hal ini tapi sebagai fresh graduate di kota yang "sederhana", ini  adalah pilihan yang cukup menjanjikan. Satu persatulah rangkaian test tulis, psikotest, dan wawancara ku jalani. Hasilnya? Semua gagal pemirsa. Ada yang ditahap awal beberapa ditahap-tahap akhir. Sedih dong ya. Saya merasa cukup mampu menyelesaikan test yang diberikan.Yakin malah. Tapi kenapa gagal?

MomentOfLife

Mappacing : Penuh Air Mata

26 November

Malam ini sedang berlangsung acara malam mappacing adik sepupu saya di Kendari. Karena sedang berada dirantau maka saya tidak bisa mengikuti acaranya secara langsung. Saya cuma melihatnya sedikit rangkaian acaranya melalui photo dan video yang digrub whatsapp keluarga kami. 

Begitu selesai terdownload, saya pun mulai memutar video yang durasinya cuma 59 detik itu. Singkat sekali. Tapi, dengan durasi yang hanya kurang satu detik genap menjadi satu menit tersebut, saya berhasil menitikkan air mata. Tangis kecil ini ada karena perasaan haru, sedih dan senang yang bersamaan. Rasanya tiap kali melihat penggalan acara mappacing, saya pasti ikut menangis. 

Saya teringat malam mappacingku hampir setahun lalu. Malam itu saya duduk di dalam lamming yang sungguh sangat Bugis. Didampingi Ibu dan Nenek Aji, saya menengadahkan tangan diatas 7 lembar daun nangka dan daun pisang serta 7 buah lapis sarung dengan bentuk lipatan khusus yang disimpan diatas bantal. Ada beras, daun pacar (yang sudah ditumbuk juga yang masih  berbentuk daun) dan lilin dihadapan saya. Setelah selesai pembacaan Alquran, dimulailah acara mapaacing tersebut. Bergantian orang-orang tua memberikan pacci di tanganku (beberapa lainnya di pipi dan kening) sambil mendoakan. Prosesi ini sungguh sangat mengharukan. Tak terbilang berapa kali saya mencoba menahan dan kemudian akhirnya menghapus air mata yang berhasil jatuh. Terlebih jika yang sedang memberikan doa itu adalah orang yang sangat kita sayangi dan hargai. Rasanya ingin berkompromi sebentar dengan air mata supaya tidak terlalu deras. Acara masih panjang dan makeup sudah hampir habis pikirku. Sempat ya saat itu saya memikirkan hal ini?💬
 

TodaysStory

Cukup Karena Butuh

25 November

Semoga keadaanku yang seperti sekarang ini menjadikanku terus berprinsip seperti ini. Rasanya makin kesini, saya semakin banyak pertimbangan ketika hendak memiliki/membeli sebuah barang tertentu. Apa mungkin karena sekarang sudah menjadi seorang istri ya? Hemat sudah menjadi kewajiban.

Dulu rasanya, hampir setiap bulan akan ada tambahan satu atau dua item di lemari. Baik gamis atau kah jilbab dan sejenisnya. Sekarang sepertinya sudah tidak. Kalaupun sedang suka sekali dengan satu barang, pada akhirnya saya cukup tahu harganya dan menaruhnya dalam list wish to buy. Yak, sebagian besar berakhir menjadi sekedar wish semata. Pertimbangan "harus sekarang kah?", "pentingkah? atau "butuhkah?" akhirnya repeated dengan sendirinya diotakku. 

Sebenarnya ini saya syukuri, walaupun rasanya terlambat ya? But better late than never, right? Mungkin karena sekarang saya semakin menyadari, uang itu tidak dengan mudah didapatkan. Kemarin-kemarin rasanya terlalu gampang saya mengeluarkan untuk sesuatu yang tidak sedemikian penting. 

Semoga ini terus berlanjut. Terus menilai sesuatu dari kebutuhan saja. Tidak tergiur untuk mengoleksi. Kalau masih cukup dengan satu jam tangan tak perlu punya dua. Kalau cukup dengan satu pasang sepatu olahraga, kenapa harus punya dua. Kalau handphonenya masih layak digunakan, kenapa perlu cepat-cepat diganti. Benar apa betul? 😀

🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽 🔽🔽🔽

*Ditulis saat sedang menginginkan handphone baru dan tetap berpikir handphone yang ada  masih sangat bisa digunakan.

RumahTangga

#ThrowBack Rumah

25 November

"Tempat yang nyaman selalu saja ini bernama rumah. Didalamnya selalu ada tawa, bahagia, ceria, suka..Walaupun kadang ada juga duka. Tapi ini tetaplah rumah, tempat yang menjadi tujuan untuk pulang."
Bagiku, prinsip paling dasar adalah rumah itu harus nyaman. karena dari nyaman itu lah bisa datang kebahagiaan.. umm..Dan kalau saya nanti punya rumah sendiri, rumah yang bakal saya tempati dengan tercintaku kelak, saya punya mimpi khusus tentang itu..
Tak perlu megah yang penting nyaman 😊
Saya mau rumahku berdiri di antara rumah yang lain, yang dibatasi dengan pagar. Supaya kami (saya & tercintaku kelak) tidak kesepian, akan selalu punya tetangga yang siap berbagi kue, sup, pinjam panci, dll.. hehe..😁 Pagarnya tidak perlu tinggi, yang penting cukup aman. Lalu ada sedikit taman kecil setelah pagar, disana ada bunga-bunga, rumput, dan kursi yang nyaman untuk bersantai. Bisa juga ayunan. Disana juga harus ada keran air, supaya lebih mudah cuci mobil dan menyiram tanaman. Garasi dibuat agak lebih lebar, supaya saya tidak susah untuk memasukkan atau mengeluarkan mobil.
Sebelum masuk ruang tamu, ada teras dengan beberapa kursi unik. Didalam ruang tamu ada kursi-kursi sofa dengan warna soft berpadu dengan gorden2 cantik. Disana saya mau taruh beberapa frame foto..

Ruang tengah harus

AboutLife

#Repost Jalanan dan Kehidupan

25 November

Dengan kecepatan sedang motor kami melaju menuju pantai Toronipa, seperti biasa, dalam perjalanan kemana saja kami selaluuu saja cerita tentang banyak hal *dan tidak jarang juga menyanyi sama-sama =) nah, pas diperjalanan tadi, entah lagi bahas tentang apa, tapi sepertinya ttg tanjakan jalan deuh, dimulailah percakapan seperti ini : (*gaya bahasa sdh disesuaikan dengan gaya tulisan =D)
  • Sandy : nah..memang.. hidup itu seperti jalanan.. harus dijalani untuk sampai ditujuan..mau berkelok, tanjakan, turunan tetap harus dilalui biar bisa berasa..
  • Kiki : hmm.. yayayaa.. gitu yaa..
  • Sandy : Makanya, biar kadang jalanan tinggi sekali tanjakannya, tetap harus berjuang untuk sampai, malah kadang sampai "motor menangis" yang penting bisa sampai diatas, sama kaya hidup, kalau mau sukses, harus bisa tahan banting buat berjuang..
  • Kiki : hmm..yayayaya...terus kalau jalanan biasa kan ada penurunan, nah itu klo dikehidupan apa?

MomentOfLife

#ThrowBack : Waiting For My Day Too..

25 November

(Semoga InsyaAllah) Akan ada hari dimana kau berada diruang besar itu lagi. Memakai outfit yang serupa tapi tak sama dengan  yang gunakan di Mei kemarin. Kau hanya berada dibarisan berbeda untuk pelantikan yang sedikit lebih diatas dibanding di Mei kemarin..
 Hari itu akan datang, karena sekarang kau sedang menuju kesana. Dan kau tidak sekedar berjalan, kamu mencoba lebih menyingkat waktu. Kau sedang berlari kesana.
Disini, saya mendoakan dengan ikhlas, agar hari itu benar datang. Semoga masih saya yang bersamamu.. InsyaAllah..
Semangat ya! jangan cepat menyerah. Jangan cepat capek. Jangan ragu akan kemampuanmu. Kami, saya dan manusia lain yang menyayangimu akan selalu siap memberimu semangat (:
KERJA DAN KEJAR HARI ITU..
 Dia memang bukan tujuan akhir, tapi dialah yang akan menapakmu. mengantarmu ke mimpi yang lain.. InsyaAllah (:

🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽

Ternyata saya pernah menulis seperti diatas. Dan rasanya ini kembali terjadi. Bedanya, subjek "kau" sekarang merujuk ke saya sendiri. Sedangkan "kau" sekarang sudah melewati harimu itu. Semoga hariku juga segera datang. Wisuda soon...

Suami, S.Pi.,M.Pi💖Istri, ST.,c.MT

MomentOfLife

#ThrowBack Sepasang Emas dan Perak

25 November

Sore itu saat kelas writing sedang berlangsung hpku berdering, tulisan “Ibuku calling” muncul dilayar kecil nan sempitnya. Langsung saja ku jawab. Karena sedikit bising maka kuputuskan keluar kelas dulu. Bercakaplah kami. Suhu badanku seketika tidak beraturan, jantung berdebar lebih cepat dari biasanya, dan tangan yang mulai menggenggam jarinya sendiri yang mulai dingin.

“Pulang sebelum tanggal 4 nah Nak, pelamaranmu tanggal 4″

Alhamdulillah. Pertemuan antar orang tua yang terjadi saat saya masih di Bandung  sore itu bulat hasilnya. Ku tutup telpon Ibu dengan hati yang seandainya bisa tampak, jelas ada semacam parade diatas kepala saya.. lengkap dengan tari-tarian orang bahagia, musik yang asyik, kupu-kupu yang menari-nari dan kembang api yang meriah (?)

Malam itu dengan baju gamis cinderella (iya gitu) berwarna pink dengan sentuhan tosca saya menunggu rombongan keluarga besarnya. Di dalam kamar yang sedikit berantakan karena empunya baru saja pulang, dan ditemani beberapa sahabat saya tampak tegang, kata mereka. ritual berdoa dan ngborol saya lakukan berulang. Tante Aci masuk kekamar dan buat kami yang didalam kamar jadi semakin tegang. “Rombongan sudah tiba.. “menyuap baje” ini kue dari mereka, niatkan yang baik-baik sebelum ditelan”

Ku turuni tangga menuju ruang tengah. Saya yakin, tiap pasang mata yang melihatku pasti berkata “tegang sekali ki Nak”. ku duduk disampingnya dengan berjarak. Di hadapan kami ada orang tua kami. Sang emas kemudian melingkar di jari manisku diantar oleh jari-jari lembut calon mama mertua, dan sang perak melingkar di jari manisnya diantar oleh jari-jari kokoh ayahku.

One step closer. Kami bahagia. Dan kami yakin ada yang lebih membahagiakan kami menunggu kami didepan.
Mr. and Mrs. Ari Sandy (Soon)
Little Thing Called Love
Dwipatnya Kk Sandy


BukuKiki

Lelaki Penggenggam Hujan

25 November

Rasanya sudah lama sekali tidak jatuh cinta seperti ini. Mungkin karena sedang tidak ada waktu atau dengan kalimat lain saya memang sedang tidak meprioritaskan hal ini. Tapi bisa saja ini memang berbeda sehingga bisa membuat saya benar-benar membuat jatuh cinta lagi sedalam ini. Kata demi kata pada “Lelaki Penggenggam Hujan” berhasil (sekali). Dan seperti perasaan jatuh cinta lainnya, saya pun berpikir “Kenapa tak sejak dulu?“. 

Sore ini saya mengakhirkan setiap kalimat di lembar-lembar terakhir diselingi dengan live report #AksiDamai411 on YouTube sukses membuat perasaan saya puas. Lantas, berikutnya : saya akan mengatur pengeluaran bulanan agar “Para Pengeja Hujan” “Sang Pewaris Hujan“ dan “Generasi Penggema Hujan” segera saya jatuh cintai juga. Yak Harus!


AboutLife

Long Distance Marriage's Feel : RINDU

25 November

“Semoga Allah selalu menjaga rindu-rindu diantara kami.. Aamiin”


Sumber
Baru saya kami selesai berbicara via telepon. Sama seperti biasa, saat zaujiy sudah sampai dirumah dari beraktifitas atau saat akan tidur adalah waktu kami untuk saling memberi cerita harian via telepon. Terkadang juga via Skype.

Tapi malam ini, baru sedikit saja suaranya ku dengar, rasa rinduku seakan memuncak. Tangis coba kusembunyikan, agar zaujiy dia tidak tahu. Malam ini dia bilang sangat lelah setelah beberapa aktivitas-aktifitas berantai yang dikerjakannya hari ini. Oleh sebab itu, saya mengizinkannya tidur lebih awal, tak perlu banyak cerita dulu sebelum tidur.

Tiba-tiba dia bertanya ada apa dengan saya. Zaujiy bisa menebak something happen to me hanya dari suara saya. Katanya dia tidak akan tidur dulu sebelum saya memberitahukannya.  Saya cuma lebih rindu dari pada biasanya. Yes, im really really really miss you kataku. Too much.

Berceritalah dia, kalau selepas shalat subuh tadi, dia terus memandangi poto pernikahan kami. Dia merasa dadanya sesak karena rindu. Mungkin karena itu kenapa malam ini hanya dengan mendengar suaranya, saya merasakan juga rindu yang sangat bahkan membuat air saya mata jatuh.

BukuKiki

Pengen Jadi Seksi

23 November

Entah se-spesial apa rentetan kalimat di “Sabtu Bersama Bapak” itu. Tapi faktanya (sejak saat itu sampai sekarang) setiap kali ingin berolahraga salah satu triggernya adalah cerita dalam buku itu.

Jadi begini, dalam SBB itu ada scene seorang suami yang tidak sengaja melihat istrinya berolahraga saat sedang webcam bersama anak-anaknya. Suaminya takjub kemudian menyadari betapa

Opinion

Belanja Bulanan = Kesenangan Tersendiri

23 November

Ada yang  sependapat?
Jadi bagi saya, belanja bulanan itu bukan cuma sekedar rutinitas yang dilakukan saat kehabisan kebutuhan di rumah. Lebih dari itu, belanja bulanan adalah suatu kegiatan yang sangat mengasyikkan, menggembirakan, dan bisa bikin senyum serta happy dihati.

Saya selalu menunggu tanggal yang sudah saya tetapkan untuk belanja bulanan. That means the happiness is coming. Saya bisa menghabiskan paling sedikit 3 jam untuk berkeliling-keliling di supermarket besar. Tidak hanya sekedar membeli kebutuhan, tapi saya akan melihat lebih detail setiap item-item yang menurut saya lucu. Kalian tahu kan apa arti kata “lucu” untuk kamus seorang wanita? 😆

Terkadang walaupun sudah berbekal What to Buy List ,hampir dapat dipastikan akan selalu ada item tambahan dikeranjang belanja. Kenapa? Ya karena lucu. Ya karena pengen coba ah. Ya karena ini wanginya enak. Ya karenaini kayaknya bakal dibutuhin deh. Dan paling sering : Ya karena mumpung diskon nih. 

Opinion

Preloved Things

23 November

Adakah diantara kalian yang pernah membeli barang preloved?

Saya sendiri adalah orang yang terkadang membeli barang-barang preloved. Tengsin? Nggak juga. Selama barang yang kita akan beli adalah good quality item, ya tidak jadi masalah. Dan tentu, barang yang kita beli itu adalah barang yang tidak mengapa jika dipakai berulang.

Saya pernah membeli gamis preloved. Gamis salah satu brand yang sering wara-wiri di IG. Penjual memasang harga yang rasional, kondisi barangnya detail, dan juga dijelaskan kenapa gamis itu akhirnya harus di new home kan. Salah ukuran katanya. Alhamdulillah saya puas. Dan hemat tentunya 😊 Ini penting!

Diwaktu lain saya juga pernah membeli masker wajah yang brandnya identik dengan ungu-ungu gitu. Menurutku masker itu terbilang pricey. Dan saya takut sudah beli mahal-mahal eh ternyata tidak cocok. Akhirnya keputusan membeli barang preloved pun jadi pilihan. Jelas kok tanggal kadaluarsanya, nota pembeliannya, dan sisa isinya. Saya merasa yakin barang tersebut bukan ori bukan kw. Lebih murah? Sudah tentu.

Opinion

Jangan Ada Ulang Tahun di Antara Kita

23 November

Setelah membaca beberapa artikel untuk mengetahui bagaimana sebenarnya hukum Islam tentang perkara ulang tahun, yang saya dapatkan adalah : mubah. Memang terdapat beberap perbedaan dari para ulama, tapi secara pribadi saya lebih setuju  kependapat bahwa hukum perayaan ulang tahun adalah mubah. Wallahu a’lam.

Tetapi mubah disini adalah perayaan ulang tahun yang diniatkan sebagai ibadah. Disertai dengan memanjatkan rasa syukur yang berlimpah kepada Allah dan tidak perlu sampai harus ada perayaan-perayaan yang menyerupai kaum lain. Kamu tahu benar apa yang saya maksud kan?

Jangan lagi ada ucapan selamat ulang tahun diantara kita. Tak perlu lagi lah kue-kue yang ada lilinnya itu. Apalagi make a wish sebelum lilin itu di tiup.

Ingatkan saya bila ternyata saya masih khilaf mengenai hal ini. Juga jangan marah atau merasa sedih saat saya tidak lagi memberimu ucapan seperti itu. InsyaAllah akan kuganti dengan doa-doa yang baik. Mungkin juga sedikit pemberian kecil untuk menjaga kedekatan antara kita. Sekiranya demikian adalah lebih bermanfaat. 🙂
 Semoga saya bisa terus mengingat tulisan saya ini. Mohon doanya.. 😇

Opinion

Trauma Makanan

23 November

Perbicangan kami (Saya, Mba Jombang, Mba Aceh dan Sist Jakarta) malam ini di salah satu meja McD yang totally random. Salah satunya, kami saling menceritakan kejadian “jackpot” aka ngenes tentang makanan yang pernah dicoba. Dari obrolan itu, akhirnya saya tersadar beberapa hal. Apa saja? 

1. Saya tidak pernah lagi makan Sate Padang semenjak pertama kali mencobanya. Mungkin karena saya yang tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya tampilannya, sehingga begitu seporsi Sate Padang terhidang, saya jadi kaget. Kok kuahnya kental ya?Mana bumbu kacangnya? Awalnya aneh hingga berakhir dengan lidah yang enggan mengicip dan menikmati akhirnya otak saya pun mengeluarkan kesimpulan: Sate Padang nggak enak. Tak cocok dilidah saya. Ditambah kai harganya ternyata cukup mahal bagi kantong mahasiswa kost-kostan. Makin jadilah saya enggan untuk repurchase.