RumahTangga

Ritual Menukar Tanggal

21 Desember



Mungkin terdengar sedikit aneh, tapi serius, saya dan zaujiy sering melakukan (emm, apa kata yang cocok selain) ritual ini. Sebagai pasangan yang menjunjung tinggi hari mensiversary sampai anniversary, ritual itu cukup menjadi penolong.

Hampir tiap bulan kami selalu memberi ucapan selamat di tanggal 13, sesuai hari jadian kami dulu. Biasanya kami akan keluar buat makan atau ber-quality time with other ways. Nah kalau salah satu diantara kami sedang tidak bisa hari itu juga, disitulah ritual menukar tanggal kami lakukan.

Kami berdua akan sama-sama menganggap hari itu bukan tanggal 13. Dan tanggal 13 versi kita adalah bebeapa hari kemudian, saat yang kami sempat bertemu dan melakukan perayaan kecil versi kami. Tapi sejak menikah, tanggal 13 itu akhirnya diganti dengan tanggal 20, sesuai tanggal pernikahan kami.

Nah, kemarin adalah tanggal 20 Desember, which is wedding anniversary kami yang pertama. Unfortunetly kami tidak ditempat yang sama untuk merayakannya. Sedang merayakannya just by phone terasa menyedihkan. Jadi, ritual menukar tanggal kembali kami lakukan. 😁

Sekali lagi mungkin ini terlihat konyol, tapi gimana ya.. kami memang seperti ini. Merayakan mensiversary dan anniversary bagi kami adalah sebuah kebutuhan. Dihari itu kami bisa lebih mengekspresikan rasa sayang kami. Juga menjadi hari kami untuk berquality time dengan melakukan hal-hal yang kami sukai. Tidak melulu dengan makan bersama sih, bisa dengan nonton bareng atau ngobrol tentang goals yang mau kita capai. We do more at thay day. Akhirnya, perayaan itu seperti menjadi ajang recharge energy bagi kami. Apalagi kalau sempat beda pendapat. As we know, life is never flat, kawans.πŸ˜€ Sekali lagi, this is just our opinion. Setuju silahkan, tidak setuju ya tak apa.

Tanggal 20 Desember dikalendar memang sudah berlalu. Tapi 20 Desember versi kami, baru akan segera tiba. Toh, beberapa jam lagi saya akan boarding menuju Kendari, tanpa sepengetahuan zaujiy. Surprice is comiiing. May everything goes smoothly. Aamiin.


See you in Kendari πŸ˜‰

MomentOfLife

20 Desember 2016 : Genap Setahun

19 Desember



20 Desember pertama kita setelah 20 Desember 2015 yang lalu..

********

Ah, 20 Desember lalu. Sudah setahun rupanya. Tidak terasa kah? Tentu tidak. Hanya saja sedikit lebih cepat rasanya. Mungkin, karena kami memang bahagia, jadi waktu berjalan seakan lebih lekas. Apa yang kami capai di setahun ini terbilang tumpah ruah. Cinta kasih yang penuh ridho adalah salah satu yang utama dari sekian melimpah lainnya.

Ah, 20 Desember lalu. Masih jelas sekali diingatan bagaimana detik-detiknya yang berjalan nan romantis. Ada pagi yang telah kunanti jauh hari. Ada moment yang telah ku semogakan tak sedikit kali. Telah ada Dia duduk dihadapan suami ibuku. Saling bertemu tangan dan memberikan serah terima. Janji suci akhirnya terlafalkan didepan mereka yang ikut berbahagia. Semesta meng-aaminkan.

Ah, 20 Desember lalu. Pertama kali kulihatnya sangat rupawan. Perdana kali kupandangnya begitu sempurna. Hati dan jiwanya tak lagi setengah, sudah ada aku yang dipilihnya untuk menggenapkan. Kecupan pertamanya sebagai suami mendarat dikeningku bersamaan dengan doa-doa baik yang terpanjat masing-masing dalam hati. Salim pertamaku sebagai istri merapat dipunggung tangannya beriringan dengan rasa bakti dan kasih dariku padanya. Semuanya masih jelas. Tanpa buram sedikitpun.

Terimakasih atas semua rangkaian peristiwa itu. Sungguh, itu terbaik dalam hidupku.

Curhat

Tentang Berbagi Kenangan

17 Desember

Beberapa saat yang lalu saya di tag dalam sebuah kiriman dilaman Facebook yang berisi memori. Ada foto saya bersama tiga orang teman, yang salah satunya adalah yang meng-share memori tersebut. Tidak salah sih sebenarnya, tapi ya..gitu deh.. 

Saya sebenarnya salah satu yang sangat menyukai fitur ini, baik yang di Facebook ataupun Path. Keduanya konsepnya sama. Mengingatkan postingan kita di tanggal yang sama di tahun sebelum-sebelumnya. Path melakukakannya secara random, terserah dia mau tampilkan postingan berapa tahun. Sedang di Facebook, kita bisa melihat semua postingan kita ditanggal yang sama untuk setiap tahun, dengan membuka laman "Kenangan Saya".. CMIIW ya.. hihi..

Tapi saya pribadi jarang menggunakan ini. Bukannya apa-apa, setelah saya baca atau lihat kembali, ternyata postingan-postingan saya terdahulu, ih apa banget deh. Semacam alay pada masanya lah.. Galau tidak jelas, komen-komen nyeletuk seenaknya sampai foto yang duh kok bisa ya saya share. Tapi terkadang malah disitu saya bisa lihat bertapa akrabnya saya dengan mereka-meraka yang sekarang sudah tidak segitunya lagi. 

Yang cukup katakanlah mengganggu hati saya adalah, ketika postingan yang dishare itu berupa foto. Mungkin benar dengan gambar, akan lebih jelas bagaimana potongan-potongan masa lalu bisa terangkai lebih sempurna. Tapi, jika itu ternyata menampilkan bagaimana jahiliyahnya saya dulu, terus terang saya malu.

RumahTangga

Small Things

16 Desember

Nemu di google
Semakin kesini, saya semakin yakin jika cinta itu bukan lagi sekedar kata I love you, I miss you dan sejenisnya. Bukan juga membukakan pintu mobil atau memberi ucapan selamat tiap pergantian pagi, siang, sore, dan malam. Kata cinta bukan lagi sesuatu yang 'besar' seperti memberimu paket liburan dan kesempatan nginap di hotel mewah, atau sebuah kado berisi jam tangan bermerk tiba-tiba berada disampingmu ketika kau baru saja terjaga. 

Saya belum pernah mengalami dua hal terakhir yang sebut sih, tapi bukan berarti tidak ingin ya. Siapa juga yang tidak tergoda dengan hal-hal seperti itu, hihihi. Tapi, untuk sekarang ini, hal-hal kecil ternyata jauh lebih romantis dari itu semua.

Zaujiy bukan tipe laki-laki yang romantis. Tapi caranya memperlakukan orang lain bisa dibilang manis. Sulit baginya untuk berkata tidak ketika dimintai tolong. Meskipun kadang, justru malah sedikit terbengkalai urusan-urusan tersebut. Kesaya sendiri, romantis sepertinya bukan hal yang menjadi dia banget. Tapi, meskipun tidak romantis, perangai nya yang lain jauh lebih membahagiakan.

Misalnya, zaujiy yang selalu marah ketika saya tidak memakai kaos kaki saat keluar rumah. Dan ini hampir selalu ditanyakannya meski sebenarnya dia tahu saya pasti membawa kaos kaki, tapi memang kadang saya akan memakainya nanti, saat sudah dimobil. Serupa juga dengan pakaian, zaujiy terkadang membiarkan saya melewati pintu terlebih dahulu untuk memastikan bahwa gamis saya tidak menerawang. Kebiasaannya ini terus dilakukannya meski saya jauh di tanah rantau. Dia tetap memantau hal-hal demikian. Dan ini jauh lebih romantis menurutku.

KikiKuliner

Kedai 28 - Cihampeulas Bandung : Pilihan Lain Anak Kostan

16 Desember

 

Salah satu screenshot yang saya save digaleri handphone saya adalah review dari @dunia_kulinerbdg tentang Kedai 28, yang salah satu cabangnya berada di Jalan Cihampeulas. Saya memang selalu melakukan ini untuk menyimpan referensi kuliner yang menurut saya memungkinkan untuk saya coba. Memungkinkannya adalah tentang harga dan tentang lokasi. Walaupun dekat atau bisa saya jangkau tapi harganya tidak bersahabat, its means no. Sebaliknya, harga oke tapi tempatnya sulit dijangkau, its means no too.
 
Kemarin (15.12) saya dan Dea mini tawaf di CiWalk  untuk melihat berbagai macam barang diskonan dari sore sampai malam.  Dan saat tiba jam makan, kami kebingungan untuk makan dimana. Saya jadi ingat salah satu list yang sudah saya ingin datangi, Kedai 28, which is tidak jauh dari CiWalk. Jadi kesanalah kami. Lalu lintas cukup macet malam itu, jadi kami putuskan untuk tetap memarkir motor di parkiran CiWalk dan jalan kaki menuju Kedai 28 itu. Cuma butuh kira-kira 10 menit untuk sampai.

KikiKuliner

Sate Taichan - Babakaran, Bandung

14 Desember

Setelah diliputi rasa penasaran beberapa minggu sama kuliner yang bernama Sate Taichan, akhirnya malam ini tuntas juga. Kuliner yang namanya pertama kali saya dengar di vlognya Raditya Dika, bikin saya tidak sabar untuk segera ke Babakaran Sate Taichan di jalan Dago Bandung.

Meskipun rada rintik dan jalanan sedang tidak bagus-bagusnya karena ada perbaikan gorong-gorong dan jalur pendestrian, saya sama Dea; partner kulineran di Kota Bandung,  tetap semangat kesana dengan jalan kaki dari kampus gajah.

Sempat ragu karena tempatnya 'terlalu romantis'. Disetiap meja kayak orang lagi candle light dinner, ternyata karena listrik padam. Duh. Gagal dokumentasi lah pikir saya. Modal hp Samsung Grand2 mana bisa bikin foto instagramable kalau remang-remang. Hupf.

Saya dan Dea duduk berhadapan sambil bingung menunya mana, mesennya gimana. Oh harus kekasir dulu ternyata. Saya sempatkan minta kertas menu dikasir, lalu pilih-pilih dimeja. Kalau kebanyakan sate itu dijual perporsi, disini malah dijual pertusuk dengan range 2k-7k. Plusnya, dengan budget tertentu, kita bisa mencoba lebih banyak jenis olahannya. Minusnya, tentu saja berasa lebih mahal. Tapi menurut saya pribadi, konsepnya tetap oke, apalagi buat anak kostan yang budgetnya pasti terbatas. 😝

SelfProject

Personal Project : One Day One Hi..

12 Desember

Ngambil disini
Disela-sela waktu saya berpusing ria dengan anak kecil saya yang manja dan meggemaskan bernama Thesis binti Bundanya, membuka media sosial menjadi pilihan saya untuk sekedar meluruskan otak. Heh(?). Jika harus diurutkan, saya akan terlebih dahulu membuka IG, lalu ke BBM, lalu ke Path dan terakhir Facebook. Terkadang, jika waktu memungkinkan atau memang sengaja saya mungkin-mungkinkan, i do looping. Kembali ke IG lalu berakhir lagi di laman beranda Facebook.

Apa yang saya temui disana adalah berbagai macam ekspresi kehidupan juga sejuta moment dari teman-teman atau orang-orang yang saya pilih untuk saya follow, yang saya baik-baik saja untuk mengetahui aktivitas mereka. Tidak hanya itu, saya juga menemui beberapa koleksi terbaru dari toko online yang racunnya coba saya tawarkan dengan tidak membuat token lagi setelah kedua token saya ketinggalan dirumah Kendari beberapa bulan lalu. πŸ˜…

AboutLife

Belajar Berterima Kasih

11 Desember


Source

Hakikat dari memberi adalah keikhlasan serta pengharapan adanya balasan dari Allah. Sepanjang akal yang dianugrahkan kepadaku, itulah yang saya tahu.

Tapi, ada hal yang kiranya cukup membuatku bertanya malam ini. Bagaimana seandainya, kita memberi, dan kita cukup yakin bahwa kita ikhlas, namun kita tetap mengharapkan adanya sedikit ucapan terima kasih. Apakah itu mengurangi rasa ikhlas yang sudah ada?

Ternyata jawabannya adalah ya. Wahai Rabbi, maafkan hambamu ini.

Upayaku untuk mengetahuinya secara pasti, mengantarkan untuk bertanya kepada mesin pencari zaman ini. Hasil penelusurannya menuntunku mengeja kembali kalam Allah dalam Qur'an Surah Al Insan ayat 8-9, yang artinya :

TodaysStory

Grup Paling Nyaman

10 Desember

Saya punya beberapa grup di media sosial seperti LINE dan Whatsapp. Sebagian adalah grup serius, yang berhubungan dengan kuliah atau komunitas, dan sebagiannya lainnya hanya untuk sekedar chitchat, seperti grup keluarga juga grup teman dekat. Dan atau grup yang bersifat gabungan dari keduanya, seriusnya dapat, ngobrol santainya dapat. Saya yakin, hal ini sudah menjadi hal umum bagi kita semua, ya kawans.

Saya sendiri, dan saya rasa sebagian dari kita, sepertinya, akan menjadi active talker digrup tertentu, namun cukup menjadi silent reader digrup lainnya. Di beberapa grup, kita bisa dengan nyaman memulai topik, menanggapi bahasan yang sedang up, dan mengeluarkan pendapat. Sedang digrup lainnya kita cukup hanya dengan menyimak, setuju atau tidak setuju dengan diam, atau bahkan ada keinginan untuk leave group, tapi kemudian urung karena merasa tidak enak.

Alasannya nya apakah kita nyaman atau tidak..

AboutLife

Berframe Besar

09 Desember

Beberapa pekan lalu, saya meminta izin kepada zaujiy untuk membeli kacamata baru. Dengan alasan, ukuran lensa yang lama sudah tidak cocok (minusnya bertambah) dan saya sudah agak bosan dengan kacamata lama saya.πŸ˜…

Setelah diizinkan, ditemani Mbak Jombang, saya ke optik Melawai Ciwalk untuk memilih dan membeli kacamata baru tersebut. Setelah menimbang-nimbang, mencoba-coba dan melirik-lirik di depan cermin, terpilihlah satu frame kacamata yang menurut saya paling oke. Baik dari segi model maupun harganya.

Saya  memilih model kacamata semi eyecat. Ini pertama kalinya saya memilih kacamata model itu, sebelum-sebelumnya model kotaklah yang selalu menjadi pilihan saya. Almost all time.

Framenya cukup besar untuk ukuran wajah saya sih. Tapi akhirnya, bisa memanipulasi pandangan orang lain. Pipi saya cukup tersamarkan, kata zaujiy sesaat setelah dia melihat foto yang saya kirimkan.

Curhat

Yakin Usaha Sampai

08 Desember

Beberapa bulan terakhir ini, yang paling banyak menyita kapasitas otak saya adalah tentang thesis, penyebab kuliah saya yang tidak kunjung selesai. Sebagai mahasiswa pascasarjana semester lima, ini adalah part yang sangat menguras emosi.

Proses yang cukup rumit sampai dengan bingung harus bagaimana mengolah data yang saya sendiri pun masih belum sreg sepenuh hati adalah hal yang sangat membebani. Belum lagi, saya harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari orang tua dan zaujiy, dan beberapa teman tentang kapan sebenarnya saya lulus kuliah.

Saking sulitnya posisi seperti ini, saya pernah berpikir untuk escape sementara dari jalur komunikasi. Ingin hilang sementara, lalu muncul dengan undangan wisuda untuk mereka. Tapi toh ide itu adalah hal yang sangat tidak mungkin, bagaimana bisa saya tidak berkomunikasi dengan orang-orang yang hatinya terpaut dengan hatiku.

TipsKiki

Hidup Tanpa TV

07 Desember

Sejak hidup diperantauan, TV akhirnya menjadi barang eksklusif bagi saya. Siaran televisi seakan menjadi barang langka untuk ditemui.


Curhat

Satu Kata yang Dirindukan

06 Desember



Sekarang, hati ini seperti merindukan saat dapat memijak didaratan tinggi. Berdiri tegap sambil mengibarkann bendera keberhasilan. Merayakan terceklisnya satu persatu list capaian hidup yang telah tersusun rapi didalam sanubari. Rasa angga dan haru bergantian hadir.

Rasanya sudah lama tidak menikmati hal seperti itu. Masih kah sama indahnya? Bahagia kah yang menjadi simpulannya? Sepertinya saya mulai mellow lagi..

Beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa saya seperti sedang merindukan suatu kata. Yak, sesederhana itu, yang saya rindukan hanyalah sebuat kata. Kata yang rasanya sudah lama tidak mampir bermain di indera pendengaran.
 "Selamat ya.."

RumahTangga

Usaha Memiliki Momongan

04 Desember

Dari sebagian pasangan yang tidak langsung mendapat amanah buah cinta diawal pernikahan, saya dan suami adalah salah satunya. Juga dari segelintir pasangan yang masih harus berjuang dengan kesendirian malam karena masih harus menjalani long distance marriage, kami juga adalah salah satunya. Berkaitan kah keduanya? Hampir iya.

Menikah disaat kuliah S2 belum selesai adalah tantangan tersendiri. Tapi langkah itu tetap menjadi pilihan terbaik bagi kami. Panggilan jiwa yang sudah cukup muak lelah dengan cinta, yang katakanlah, belum ada ridho Tuhan didalamnya, menjadi alasan yang kuat. Bersamaan dengan itu, ingin melengkapi sebagian agama agar bisa beribadah bersama juga menjadi pendorong kami.

Cerpen

Teman Sehari Kinan

04 Desember


"Kamu duduk di samping Kinan ya". Kata Ibu Guru sambil mununjuk ke arah bangku persis disebelah Kinan.

Berkenalan lah dua anak tingkat sekolah dasar itu. Saling bertukar cerita menjadi pelengkap awal sapa Kinan dan -siapa pula nama anak ini- di dalam kelas. Beberapa teman kelas memperhatikan Kinan, tapi Kinan cuek saja. Kinan tak berusaha mengenalkan anak baru yang sekarang duduk disampingnya itu ke teman-temannya yang lain.


Bel tanda istirahat berbunyi. Kinan dan anak baru itu masih saja asyik berbagi cerita. Sepertinya ada kisah menarik diantara mereka.

Bel tanda istirahat berbunyi. Mereka masih saja tenggelam dengan deretan kalimat yang saling mereka lontarkan.
"Rumah mu dimana?" Kinan bertanya.
"Kalau mau tahu, kamu boleh ikut ke rumahku pulang sekolah. Bagaimana?"
"Baiklah. Tapi tidak jauh kan? Saya akan di marahi Mama kalau bermain terlalu jauh" Kinan melanjutkan.
"Tidak kok. Lihat saja sebentar".
"Oke kalau begitu.." Kinan setuju.

AboutLife

Gelap. Raksasa. Api.

03 Desember


Dahulu di tempat itu benderang. Cukup untuk melihat setiap detail. Tapi, kabut seakan terus menyerang. Memudarkan penglihatan yang kian kabur. Kabut terus meraja, seperti ada yang terus menguatkannya. Yang dahulu cerah kini tidak lagi. Gelap membutakan seakan tak ada apa-apa lagi. Padahal yang hilang hanyalah cahaya. Terkadang memang tampak sedikit binar, namun luntur, kalah lagi dengan kelam. Gelap kembali berjaya.

Opinion

Another Power in 212

02 Desember


Hari ini, jutaan umat Islam berkumpul di satu titik di Ibu Kota. Mereka menyebutnya dengan #aksidamai212. Ini adalah suatu upaya penyampaian aspirasi dan membela Islam atas penistaan ayat suci AlQuran yang dilakukan Ahok.

Jutaan umat artinya sama saja dengan jutaan otak dan hati. Masing-masing tentu mempunyai urusan dan kepentingan masing-masing. Tapi, kekuatan Maha Raja membuatnya bersatu. Ada Sang Penggerak Hati.Sungguh Maha Besar.

Tapi, tulisan ini tidak mengarah kesitu kawan.

BukuKiki

Selamat berDesember

01 Desember

Awal dari akhir rangkaian bulan telah sampai. Desember kembali menyapa seantero dunia. Nampaknya euforia penyambutannya lebih meriah dibanding kawan-kawan nya terdahulu. Mungkin karena menjadi satu-satunya kesempatan untuk menuntaskan resolusi yang telah dikukuhkan sejak awal tahun, atau bahkan sejak tahun sebelumnya. Berbagai harapan dan doa baik telah tersebar si timeline-timeline media sosial oleh sebagian mereka. Baiklah kawan, kuturut meng-Aamiin-kan hal-hal tersebut.

Tidak semua larut dalam kesenangan dalam pergantian bulan ini. Ada yang katakanlah tak sebegitu gembira karena desember telah datang. Diriku sepertinya menjadi salah satu dari entah berapa. Desember terlalu cepat datang pikirku. Belum banyak kemajuan berarti dalam thesisku, duhai Tuan Bulan Terakhir. Kau tahu kah ini sulit? Sesulit bocah yang mencoba meminta izin untuk mandi hujan, sedang ingusnya saja masih naik turun.

Ah urusan ini kenapa jadi begitu mellow?

AboutLife

Lentera

29 November

Di duduk tahiyat akhir magrib tadi, tiba-tiba lampu padam. Gelap seketika menyelimuti seluruh bagian masjid Salman ITB. Tak berpengaruh apa-apa bagi jemaah yang sedikit lagi menyelesaikan kewajiban, toh tinggal menuntaskan bacaan lalu salam kekanan lalu ke kiri. Tuntaslah ibadah magrib itu. Semoga Allah menerimanya.

Lampu masih saja padam. Beberapa jamaah yang telah tuntas berritual atau yang baru akan memulainya, memilih menggunakan handphone sebagai sumber cahayanya.

Ku tuntaskan ritualku kemudian ku sambung dengan menyelesaikan kewajibanku. Ya, mukena yang ku pinjam ku terima dengan rapi, alangkah bijaknya bila ku kembalikan dalam keadaan rapi pula.

Sisi luar masjid masih juga gelap. Sebagian memilih menajamkan mata dari pada harus bersilau dengan cahaya handphone. Termasud diriku. Apalagi baterei handphone memang tinggal 10%. Tapi akhirnya harus kalah ketika tulisan nomer loker sepatu ternyata tidak tampak jelas walau mata hampir melolot ketika menatapnya.

Akhirnya ku dapatkan kembali sepatu titipanku. Bersiap kembali keparaduan perantauan.

Gelap masih belum berhenti. Cukup aneh bagiku. Selama kurang lebih 3 tahun di Bandung, seingatku ini pertama kalinya.  Kendari masih sering ada jadwal pemadaman listrik bergilir dan Bandung, oh ternyata bisa juga ya..

Ku susuri jalan seperti biasa. Tidak ada yang berbeda kecuali cahaya yang berkurang. Tak ada lampu jalan. Juga lampu dari warung-warung tenda.

Terbiasa menikmati cahaya, membuat ku merasa asing dengan pemandangan ini.

AboutLife

Kata-kata yang Jadi Doa

27 November

Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… 

Suatu hari di jeda antar kelas, saya dan beberapa teman kampus duduk sambil ngobrol random. Entah siapa diantara kami yang mulai permbicaraan, hingga akhirnya tercetuslah suatu pertanyaan yang kami jawab secara bergilir. 
"Kalau selesai kuliah nanti, mau ngapain guys?
Berbagai macamlah jawaban-jawaban mereka. Ingin jadi ibu rumah tanggalah, ada yang mau pulang kampung dan jadi PNS, melanjutkan kuliah dan ada yang berencana kerja di Bank. Seingatku jawabanku adalah ingin melanjutkan kuliah dan kutambahkan "saya tidak mau kerja di Bank ah, pasti capek". Sempat ditimpali oleh mereka "tapi gajinya gede loh". "Ya daripada capek" jawabku sekenanya.

Beberapa bulan berikutnya, disiang yang aduhai benderang, dengan terpaksa ku datangi beberapa bank untuk memasukkan berkas lamaran pekerjaan. Silahkan tertawai hal ini tapi sebagai fresh graduate di kota yang "sederhana", ini  adalah pilihan yang cukup menjanjikan. Satu persatulah rangkaian test tulis, psikotest, dan wawancara ku jalani. Hasilnya? Semua gagal pemirsa. Ada yang ditahap awal beberapa ditahap-tahap akhir. Sedih dong ya. Saya merasa cukup mampu menyelesaikan test yang diberikan.Yakin malah. Tapi kenapa gagal?

MomentOfLife

Mappacing : Penuh Air Mata

26 November

Malam ini sedang berlangsung acara malam mappacing adik sepupu saya di Kendari. Karena sedang berada dirantau maka saya tidak bisa mengikuti acaranya secara langsung. Saya cuma melihatnya sedikit rangkaian acaranya melalui photo dan video yang digrub whatsapp keluarga kami. 

Begitu selesai terdownload, saya pun mulai memutar video yang durasinya cuma 59 detik itu. Singkat sekali. Tapi, dengan durasi yang hanya kurang satu detik genap menjadi satu menit tersebut, saya berhasil menitikkan air mata. Tangis kecil ini ada karena perasaan haru, sedih dan senang yang bersamaan. Rasanya tiap kali melihat penggalan acara mappacing, saya pasti ikut menangis. 

Saya teringat malam mappacingku hampir setahun lalu. Malam itu saya duduk di dalam lamming yang sungguh sangat Bugis. Didampingi Ibu dan Nenek Aji, saya menengadahkan tangan diatas 7 lembar daun nangka dan daun pisang serta 7 buah lapis sarung dengan bentuk lipatan khusus yang disimpan diatas bantal. Ada beras, daun pacar (yang sudah ditumbuk juga yang masih  berbentuk daun) dan lilin dihadapan saya. Setelah selesai pembacaan Alquran, dimulailah acara mapaacing tersebut. Bergantian orang-orang tua memberikan pacci di tanganku (beberapa lainnya di pipi dan kening) sambil mendoakan. Prosesi ini sungguh sangat mengharukan. Tak terbilang berapa kali saya mencoba menahan dan kemudian akhirnya menghapus air mata yang berhasil jatuh. Terlebih jika yang sedang memberikan doa itu adalah orang yang sangat kita sayangi dan hargai. Rasanya ingin berkompromi sebentar dengan air mata supaya tidak terlalu deras. Acara masih panjang dan makeup sudah hampir habis pikirku. Sempat ya saat itu saya memikirkan hal ini?πŸ’¬
 

TodaysStory

Cukup Karena Butuh

25 November

Semoga keadaanku yang seperti sekarang ini menjadikanku terus berprinsip seperti ini. Rasanya makin kesini, saya semakin banyak pertimbangan ketika hendak memiliki/membeli sebuah barang tertentu. Apa mungkin karena sekarang sudah menjadi seorang istri ya? Hemat sudah menjadi kewajiban.

Dulu rasanya, hampir setiap bulan akan ada tambahan satu atau dua item di lemari. Baik gamis atau kah jilbab dan sejenisnya. Sekarang sepertinya sudah tidak. Kalaupun sedang suka sekali dengan satu barang, pada akhirnya saya cukup tahu harganya dan menaruhnya dalam list wish to buy. Yak, sebagian besar berakhir menjadi sekedar wish semata. Pertimbangan "harus sekarang kah?", "pentingkah? atau "butuhkah?" akhirnya repeated dengan sendirinya diotakku. 

Sebenarnya ini saya syukuri, walaupun rasanya terlambat ya? But better late than never, right? Mungkin karena sekarang saya semakin menyadari, uang itu tidak dengan mudah didapatkan. Kemarin-kemarin rasanya terlalu gampang saya mengeluarkan untuk sesuatu yang tidak sedemikian penting. 

Semoga ini terus berlanjut. Terus menilai sesuatu dari kebutuhan saja. Tidak tergiur untuk mengoleksi. Kalau masih cukup dengan satu jam tangan tak perlu punya dua. Kalau cukup dengan satu pasang sepatu olahraga, kenapa harus punya dua. Kalau handphonenya masih layak digunakan, kenapa perlu cepat-cepat diganti. Benar apa betul? πŸ˜€

πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½ πŸ”½πŸ”½πŸ”½

*Ditulis saat sedang menginginkan handphone baru dan tetap berpikir handphone yang ada  masih sangat bisa digunakan.

RumahTangga

#ThrowBack Rumah

25 November

"Tempat yang nyaman selalu saja ini bernama rumah. Didalamnya selalu ada tawa, bahagia, ceria, suka..Walaupun kadang ada juga duka. Tapi ini tetaplah rumah, tempat yang menjadi tujuan untuk pulang."
Bagiku, prinsip paling dasar adalah rumah itu harus nyaman. karena dari nyaman itu lah bisa datang kebahagiaan.. umm..Dan kalau saya nanti punya rumah sendiri, rumah yang bakal saya tempati dengan tercintaku kelak, saya punya mimpi khusus tentang itu..
Tak perlu megah yang penting nyaman 😊
Saya mau rumahku berdiri di antara rumah yang lain, yang dibatasi dengan pagar. Supaya kami (saya & tercintaku kelak) tidak kesepian, akan selalu punya tetangga yang siap berbagi kue, sup, pinjam panci, dll.. hehe..😁 Pagarnya tidak perlu tinggi, yang penting cukup aman. Lalu ada sedikit taman kecil setelah pagar, disana ada bunga-bunga, rumput, dan kursi yang nyaman untuk bersantai. Bisa juga ayunan. Disana juga harus ada keran air, supaya lebih mudah cuci mobil dan menyiram tanaman. Garasi dibuat agak lebih lebar, supaya saya tidak susah untuk memasukkan atau mengeluarkan mobil.
Sebelum masuk ruang tamu, ada teras dengan beberapa kursi unik. Didalam ruang tamu ada kursi-kursi sofa dengan warna soft berpadu dengan gorden2 cantik. Disana saya mau taruh beberapa frame foto..

Ruang tengah harus

AboutLife

#Repost Jalanan dan Kehidupan

25 November

Dengan kecepatan sedang motor kami melaju menuju pantai Toronipa, seperti biasa, dalam perjalanan kemana saja kami selaluuu saja cerita tentang banyak hal *dan tidak jarang juga menyanyi sama-sama =) nah, pas diperjalanan tadi, entah lagi bahas tentang apa, tapi sepertinya ttg tanjakan jalan deuh, dimulailah percakapan seperti ini : (*gaya bahasa sdh disesuaikan dengan gaya tulisan =D)
  • Sandy : nah..memang.. hidup itu seperti jalanan.. harus dijalani untuk sampai ditujuan..mau berkelok, tanjakan, turunan tetap harus dilalui biar bisa berasa..
  • Kiki : hmm.. yayayaa.. gitu yaa..
  • Sandy : Makanya, biar kadang jalanan tinggi sekali tanjakannya, tetap harus berjuang untuk sampai, malah kadang sampai "motor menangis" yang penting bisa sampai diatas, sama kaya hidup, kalau mau sukses, harus bisa tahan banting buat berjuang..
  • Kiki : hmm..yayayaya...terus kalau jalanan biasa kan ada penurunan, nah itu klo dikehidupan apa?

MomentOfLife

#ThrowBack : Waiting For My Day Too..

25 November

(Semoga InsyaAllah) Akan ada hari dimana kau berada diruang besar itu lagi. Memakai outfit yang serupa tapi tak sama dengan  yang gunakan di Mei kemarin. Kau hanya berada dibarisan berbeda untuk pelantikan yang sedikit lebih diatas dibanding di Mei kemarin..
 Hari itu akan datang, karena sekarang kau sedang menuju kesana. Dan kau tidak sekedar berjalan, kamu mencoba lebih menyingkat waktu. Kau sedang berlari kesana.
Disini, saya mendoakan dengan ikhlas, agar hari itu benar datang. Semoga masih saya yang bersamamu.. InsyaAllah..
Semangat ya! jangan cepat menyerah. Jangan cepat capek. Jangan ragu akan kemampuanmu. Kami, saya dan manusia lain yang menyayangimu akan selalu siap memberimu semangat (:
KERJA DAN KEJAR HARI ITU..
 Dia memang bukan tujuan akhir, tapi dialah yang akan menapakmu. mengantarmu ke mimpi yang lain.. InsyaAllah (:

πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½πŸ”½

Ternyata saya pernah menulis seperti diatas. Dan rasanya ini kembali terjadi. Bedanya, subjek "kau" sekarang merujuk ke saya sendiri. Sedangkan "kau" sekarang sudah melewati harimu itu. Semoga hariku juga segera datang. Wisuda soon...

Suami, S.Pi.,M.PiπŸ’–Istri, ST.,c.MT

MomentOfLife

#ThrowBack Sepasang Emas dan Perak

25 November

Sore itu saat kelas writing sedang berlangsung hpku berdering, tulisan “Ibuku calling” muncul dilayar kecil nan sempitnya. Langsung saja ku jawab. Karena sedikit bising maka kuputuskan keluar kelas dulu. Bercakaplah kami. Suhu badanku seketika tidak beraturan, jantung berdebar lebih cepat dari biasanya, dan tangan yang mulai menggenggam jarinya sendiri yang mulai dingin.

“Pulang sebelum tanggal 4 nah Nak, pelamaranmu tanggal 4″

Alhamdulillah. Pertemuan antar orang tua yang terjadi saat saya masih di Bandung  sore itu bulat hasilnya. Ku tutup telpon Ibu dengan hati yang seandainya bisa tampak, jelas ada semacam parade diatas kepala saya.. lengkap dengan tari-tarian orang bahagia, musik yang asyik, kupu-kupu yang menari-nari dan kembang api yang meriah (?)

Malam itu dengan baju gamis cinderella (iya gitu) berwarna pink dengan sentuhan tosca saya menunggu rombongan keluarga besarnya. Di dalam kamar yang sedikit berantakan karena empunya baru saja pulang, dan ditemani beberapa sahabat saya tampak tegang, kata mereka. ritual berdoa dan ngborol saya lakukan berulang. Tante Aci masuk kekamar dan buat kami yang didalam kamar jadi semakin tegang. “Rombongan sudah tiba.. “menyuap baje” ini kue dari mereka, niatkan yang baik-baik sebelum ditelan”

Ku turuni tangga menuju ruang tengah. Saya yakin, tiap pasang mata yang melihatku pasti berkata “tegang sekali ki Nak”. ku duduk disampingnya dengan berjarak. Di hadapan kami ada orang tua kami. Sang emas kemudian melingkar di jari manisku diantar oleh jari-jari lembut calon mama mertua, dan sang perak melingkar di jari manisnya diantar oleh jari-jari kokoh ayahku.

One step closer. Kami bahagia. Dan kami yakin ada yang lebih membahagiakan kami menunggu kami didepan.
Mr. and Mrs. Ari Sandy (Soon)
Little Thing Called Love
Dwipatnya Kk Sandy


BukuKiki

Lelaki Penggenggam Hujan

25 November

Rasanya sudah lama sekali tidak jatuh cinta seperti ini. Mungkin karena sedang tidak ada waktu atau dengan kalimat lain saya memang sedang tidak meprioritaskan hal ini. Tapi bisa saja ini memang berbeda sehingga bisa membuat saya benar-benar membuat jatuh cinta lagi sedalam ini. Kata demi kata pada “Lelaki Penggenggam Hujan” berhasil (sekali). Dan seperti perasaan jatuh cinta lainnya, saya pun berpikir “Kenapa tak sejak dulu?“. 

Sore ini saya mengakhirkan setiap kalimat di lembar-lembar terakhir diselingi dengan live report #AksiDamai411 on YouTube sukses membuat perasaan saya puas. Lantas, berikutnya : saya akan mengatur pengeluaran bulanan agar “Para Pengeja Hujan” “Sang Pewaris Hujan“ dan “Generasi Penggema Hujan” segera saya jatuh cintai juga. Yak Harus!


AboutLife

Long Distance Marriage's Feel : RINDU

25 November

“Semoga Allah selalu menjaga rindu-rindu diantara kami.. Aamiin”


Sumber
Baru saya kami selesai berbicara via telepon. Sama seperti biasa, saat zaujiy sudah sampai dirumah dari beraktifitas atau saat akan tidur adalah waktu kami untuk saling memberi cerita harian via telepon. Terkadang juga via Skype.

Tapi malam ini, baru sedikit saja suaranya ku dengar, rasa rinduku seakan memuncak. Tangis coba kusembunyikan, agar zaujiy dia tidak tahu. Malam ini dia bilang sangat lelah setelah beberapa aktivitas-aktifitas berantai yang dikerjakannya hari ini. Oleh sebab itu, saya mengizinkannya tidur lebih awal, tak perlu banyak cerita dulu sebelum tidur.

Tiba-tiba dia bertanya ada apa dengan saya. Zaujiy bisa menebak something happen to me hanya dari suara saya. Katanya dia tidak akan tidur dulu sebelum saya memberitahukannya.  Saya cuma lebih rindu dari pada biasanya. Yes, im really really really miss you kataku. Too much.

Berceritalah dia, kalau selepas shalat subuh tadi, dia terus memandangi poto pernikahan kami. Dia merasa dadanya sesak karena rindu. Mungkin karena itu kenapa malam ini hanya dengan mendengar suaranya, saya merasakan juga rindu yang sangat bahkan membuat air saya mata jatuh.

BukuKiki

Pengen Jadi Seksi

23 November

Entah se-spesial apa rentetan kalimat di “Sabtu Bersama Bapak” itu. Tapi faktanya (sejak saat itu sampai sekarang) setiap kali ingin berolahraga salah satu triggernya adalah cerita dalam buku itu.

Jadi begini, dalam SBB itu ada scene seorang suami yang tidak sengaja melihat istrinya berolahraga saat sedang webcam bersama anak-anaknya. Suaminya takjub kemudian menyadari betapa

Opinion

Belanja Bulanan = Kesenangan Tersendiri

23 November

Ada yang  sependapat?
Jadi bagi saya, belanja bulanan itu bukan cuma sekedar rutinitas yang dilakukan saat kehabisan kebutuhan di rumah. Lebih dari itu, belanja bulanan adalah suatu kegiatan yang sangat mengasyikkan, menggembirakan, dan bisa bikin senyum serta happy dihati.

Saya selalu menunggu tanggal yang sudah saya tetapkan untuk belanja bulanan. That means the happiness is coming. Saya bisa menghabiskan paling sedikit 3 jam untuk berkeliling-keliling di supermarket besar. Tidak hanya sekedar membeli kebutuhan, tapi saya akan melihat lebih detail setiap item-item yang menurut saya lucu. Kalian tahu kan apa arti kata “lucu” untuk kamus seorang wanita? πŸ˜†

Terkadang walaupun sudah berbekal What to Buy List ,hampir dapat dipastikan akan selalu ada item tambahan dikeranjang belanja. Kenapa? Ya karena lucu. Ya karena pengen coba ah. Ya karena ini wanginya enak. Ya karenaini kayaknya bakal dibutuhin deh. Dan paling sering : Ya karena mumpung diskon nih. 

Opinion

Preloved Things

23 November

Adakah diantara kalian yang pernah membeli barang preloved?

Saya sendiri adalah orang yang terkadang membeli barang-barang preloved. Tengsin? Nggak juga. Selama barang yang kita akan beli adalah good quality item, ya tidak jadi masalah. Dan tentu, barang yang kita beli itu adalah barang yang tidak mengapa jika dipakai berulang.

Saya pernah membeli gamis preloved. Gamis salah satu brand yang sering wara-wiri di IG. Penjual memasang harga yang rasional, kondisi barangnya detail, dan juga dijelaskan kenapa gamis itu akhirnya harus di new home kan. Salah ukuran katanya. Alhamdulillah saya puas. Dan hemat tentunya 😊 Ini penting!

Diwaktu lain saya juga pernah membeli masker wajah yang brandnya identik dengan ungu-ungu gitu. Menurutku masker itu terbilang pricey. Dan saya takut sudah beli mahal-mahal eh ternyata tidak cocok. Akhirnya keputusan membeli barang preloved pun jadi pilihan. Jelas kok tanggal kadaluarsanya, nota pembeliannya, dan sisa isinya. Saya merasa yakin barang tersebut bukan ori bukan kw. Lebih murah? Sudah tentu.

Opinion

Jangan Ada Ulang Tahun di Antara Kita

23 November

Setelah membaca beberapa artikel untuk mengetahui bagaimana sebenarnya hukum Islam tentang perkara ulang tahun, yang saya dapatkan adalah : mubah. Memang terdapat beberap perbedaan dari para ulama, tapi secara pribadi saya lebih setuju  kependapat bahwa hukum perayaan ulang tahun adalah mubah. Wallahu a’lam.

Tetapi mubah disini adalah perayaan ulang tahun yang diniatkan sebagai ibadah. Disertai dengan memanjatkan rasa syukur yang berlimpah kepada Allah dan tidak perlu sampai harus ada perayaan-perayaan yang menyerupai kaum lain. Kamu tahu benar apa yang saya maksud kan?

Jangan lagi ada ucapan selamat ulang tahun diantara kita. Tak perlu lagi lah kue-kue yang ada lilinnya itu. Apalagi make a wish sebelum lilin itu di tiup.

Ingatkan saya bila ternyata saya masih khilaf mengenai hal ini. Juga jangan marah atau merasa sedih saat saya tidak lagi memberimu ucapan seperti itu. InsyaAllah akan kuganti dengan doa-doa yang baik. Mungkin juga sedikit pemberian kecil untuk menjaga kedekatan antara kita. Sekiranya demikian adalah lebih bermanfaat. πŸ™‚
 Semoga saya bisa terus mengingat tulisan saya ini. Mohon doanya.. πŸ˜‡

Opinion

Trauma Makanan

23 November

Perbicangan kami (Saya, Mba Jombang, Mba Aceh dan Sist Jakarta) malam ini di salah satu meja McD yang totally random. Salah satunya, kami saling menceritakan kejadian “jackpot” aka ngenes tentang makanan yang pernah dicoba. Dari obrolan itu, akhirnya saya tersadar beberapa hal. Apa saja? 

1. Saya tidak pernah lagi makan Sate Padang semenjak pertama kali mencobanya. Mungkin karena saya yang tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya tampilannya, sehingga begitu seporsi Sate Padang terhidang, saya jadi kaget. Kok kuahnya kental ya?Mana bumbu kacangnya? Awalnya aneh hingga berakhir dengan lidah yang enggan mengicip dan menikmati akhirnya otak saya pun mengeluarkan kesimpulan: Sate Padang nggak enak. Tak cocok dilidah saya. Ditambah kai harganya ternyata cukup mahal bagi kantong mahasiswa kost-kostan. Makin jadilah saya enggan untuk repurchase.